Kementerian PU Bakal Uji Coba Ulang Penerapan Bayar Tol MLFF
▪︎ Direncanakan Dilakukan di Ruas Tol Jabodetabek atau Trans Jawa

- ▪︎ JAKARTA – POSMONEWS.com,-
Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan uji coba sistem pembayaran tol nirsentuh Multi Lane Free Flow (MLFF) bakal diulang secara menyeluruh (end-to-end) setelah uji coba sebelumnya di Bali dinilai belum berhasil dan menemui kendala teknis.
Uji coba ulang ini mencakup fungsionalitas aplikasi, deteksi satelit, hingga pembayaran, dengan fokus evaluasi pada ruas tol padat untuk memastikan sistem beroperasi penuh.
Poin-poin penting terkait uji coba ulang MLFF bahwa adanya ketidakjelasan tingkat keberhasilan dan perbedaan klaim antara Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan pengembang (Roatex) dalam uji coba sebelumnya di Bali.
Sedangkan fokus uji coba (End-to-End), meliputi seluruh alur, dari penggunaan aplikasi oleh pengguna, deteksi lokasi, hingga pembayaran diterima oleh operator.
Waktu dan tempat uji coba ulang direncanakan dilakukan di ruas tol dengan lalu lintas lebih tinggi, seperti Jabodetabek atau Trans Jawa, menyusul pra-uji coba yang sudah dilakukan.
Keputusan ini diambil sebagai tindak lanjut atas rekomendasi BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) guna memastikan teknologi MLFF benar-benar siap dan aman sebelum diterapkan secara luas.
Sementara itu Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengungkapkan sistem transaksi tol nontunai nirsentuh nirhenti atau Multi Lane Free Flow (MLFF) akan diuji coba ulang. Langkah ini diambil setelah uji coba sebelumnya di Bali belum menghasilkan kesimpulan yang jelas.
“Setahu saya dari Bapak Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menginformasikan kalau yang dulu itu waktu kita uji coba pertama di Bali belum ada kesimpulan apakah uji cobanya sukses atau tidak. Kemudian kita akhirnya bersepakat untuk diuji coba ulang,” ujar Menteri Dody.
Menurut Menteri Dody proyek MLFF menjadi perhatian banyak pihak, maka proses evaluasi dan persiapan uji coba melibatkan sejumlah lembaga. Di antaranya Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, kejaksaan, kepolisian, serta berbagai pemangku kepentingan terkait lainnya.
Menteri PU menambahkan, implementasi MLFF memiliki beberapa tahapan uji coba yang harus dijalankan sesuai kontrak antara pemerintah melalui Kementerian PU dan PT Roatex Indonesia Toll System.
“Kalau tidak salah rencananya dalam 2 bulan ke depan, tapi ada beberapa kriteria teknis yang mesti dipenuhi oleh PT RITS, Bapak Kepala BPJT yang tahu. Nah itu harus dipenuhi dulu baru kemudian kita mengatur waktu kapan kita bisa melakukan uji coba. Terus di mana? Mau dicoba apakah di Bali lagi atau kita cari titik-titik yang lain. Tapi yang paling gampang sebenarnya di Bali karena di sana trafiknya tidak terlalu besar, terlalu padat, tapi yang kita inginkan dapat begitu,” katanya.
Sementara itu Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU menegaskan penerapan MLFF harus dilakukan secara hati-hati. Sistem tersebut masih memerlukan uji coba lanjutan, terutama di ruas tol dengan tingkat lalu lintas yang lebih tinggi.
Proyek MLFF yang sempat tertunda saat ini kembali dievaluasi setelah uji coba sebelumnya dilakukan di Jalan Tol Bali Mandara. BPJT menilai tahap berikutnya sebaiknya dilakukan di ruas tol dengan lalu lintas lebih padat, seperti wilayah Jabodetabek atau ruas tol Trans Jawa.
Kepala BPJT Kementerian PU, Wilan Oktavian, menjelaskan setiap tahapan penerapan MLFF harus dipersiapkan dengan matang. Saat ini, pemerintah masih menunggu penyampaian laporan sebelum menentukan lokasi serta waktu pelaksanaan uji coba lanjutan.▪︎(FEND)

