Jembatan Cangar Dipasang Pagar Desain Bakal Dibikin Lebih Estetik
▪︎ Guna Antisipasi Mencegah Kasus Bunuh Diri Terulang Lagi

▪︎ JATIM – POSMONEWS.com,-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melalui Dinas PU Bina Marga bersama Polres Batu bakal membangun pagar pengaman (safety barrier) pada Jembatan Cangar 1 dan 2.
Pemasangan pagar pengaman di Jembatan Cangar menghubungkan Kabupaten Mojokerto dan Kota Batu ditargetkan dimulai pertengahan Mei 2026. Pagar pengaman berbahan besi ini dipasang untuk mencegah kasus bunuh diri terulang di jembatan tersebut.
Kawasan Jembatan Cangar selama ini dikenal sebagai titik rawan. Sejumlah kasus bunuh diri terjadi di lokasi tersebut membentuk stigma negatif di masyarakat. Kini, pemerintah mulai mengambil langkah konkret untuk mengubah kondisi itu.
Proyek tersebut dijadwalkan mulai dikerjakan pada Mei 2026 sebagai bagian dari upaya pencegahan kejadian serupa di masa mendatang.
▪︎ Pagar Tinggi dan CCTV
Pagar yang dipasang dirancang setinggi 2,5 meter dengan struktur besi kokoh. Desain ini dibuat untuk meminimalisir kemungkinan seseorang memanjat atau melompati pembatas jembatan.
Selain itu, pengawasan akan diperkuat dengan pemasangan kamera CCTV di sepanjang area jembatan. Sistem ini terhubung langsung dengan pusat pemantauan sehingga petugas bisa segera merespons jika ada aktivitas mencurigakan.
Tak hanya itu, penerangan jalan juga akan ditingkatkan. Penambahan lampu di sepanjang jembatan diharapkan menghilangkan titik gelap yang selama ini menjadi keluhan pengguna jalan.
Meski fokus pada keamanan, pemerintah tetap mempertimbangkan aspek visual. Pagar tidak akan dibuat menyerupai penjara, melainkan didesain lebih estetis agar tetap nyaman dipandang.
“Pembangunan akan dimulai bulan ini. Tujuannya tidak hanya untuk keamanan, tapi juga meningkatkan visibilitas dan rasa aman bagi pengguna jalan. Desainnya akan dibuat sebaik mungkin supaya kesan menyeramkan di Jembatan Cangar bisa hilang,” ujar Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Joko Supriyanto kepada awak media.
Upaya ini diharapkan mampu mengubah citra Jembatan Cangar dari lokasi yang dianggap angker menjadi jalur yang aman dan ramah bagi masyarakat maupun wisatawan.
Sementara itu Kasi Dalops UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim, Akhmad Yazid, mengungkapkan terjadinya dua insiden tragis yang terindikasi akibat dugaan bunuh diri telah menjadi atensi lembaganya.
Sejak kejadian pertama pada 31 Maret lalu, dia mengatakan telah mengusulkan untuk ditambahkan rambu-rambu larangan berhenti dan beraktivitas di area jembatan.
’’Sempat mengusulkan lagi, tapi karena lokasinya ikut wilayah Batu, jadi kami koordinasikan dengan UPT LLAJ Malang,’’ tandasnya.
Yazid menyatakan, pihaknya hanya sebatas melaksanakan langkah preventif melalui imbauan tersebut. Selebihnya, peningkatan keamanan akses penghubung yang dikenal dengan jembatan kembar ini bakal dilakukan bersama lintas sektor lainnya.
Di antaranya dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Jatim. Karena sepanjang jalur alternatif Mojokerto-Batu via Cangar ruas yang berstatus jalan provinsi.
’’Untuk jalan dan jembatan kewenangannya PU Bina Marga, kalau dari kami hanya rambu-rambu saja,’’ imbuhnya.
Rencananya, kedua sisi jembatan bakal dipasang pagar pengaman dari UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) DPU Bina Marga Jatim.
’’Sudah dibahas UPT PJJ, rencana mau dikasih besi ram-raman atau semacam pengaman,’’ sebutnya.
Seperti diketahui, dua kasus bunuh diri terjadi di Jembatan Kembar Cangar dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.
Kasus pertama terjadi pada Selasa (31/3/2026) lalu, seorang pria berinisial MMA (24) asal Mojokerto. Kasus kedua terjadi pada Kamis (23/4/2026) lalu, DPW (24) asal Lumajang dengan modus melompat dari jembatan.
▪︎ (FEND)

