Berita Utama

Saat Ritual di Titik Nol IKN, Gubernur Sulteng Pingsan

▪︎Catatan Ringan dari Acara Kemah Presiden dan Gubernur di IKN

▪︎PENAJAM-POSMONEWS.COM,-Masyarakat Indonesia tetap memegang teguh budaya adhiluhung tinggalan nenek moyang. Begitu juga sebagai tanda dimulainya pembangunan Ibu Kota Negara (IKN), Presiden Joko Widodo, melakukan ritual kendi  di titik nol IKN, Senin (14/3/22) lalu.

Ritual kendi yang dilakukan Presiden Jokowi, merupakan hasil adopsi ritual selamatan dalam tradisi masyarakat Indonesia. Lantas apa makna ritual tersebut?

Guru Besar Antropologi Budaya Universitas Gadjah, Mada Heddy Shri Ahimsa-Putra, mengatakan ritual itu juga dipraktikkan oleh banyak suku bangsa di Indonesia ketika akan pindah rumah.

“Banyak suku bangsa di Indonesia yang kalau mau pindah rumah itu pasti selamatan, seperti di Jawa, Sulawesi, Bali, Nias,” kata Heddy.

Makna Ritual Kendi Nusantara

“Mereka mengenal itu, jadi kalau orang mau pindah dari rumah lama ke rumah yang baru atau membuat rumah baru selalu ada ritual,” lanjutnya.

Tak hanya di Indonesia, ritual ini juga disebut Heddy dipraktikkan oleh beberapa suku bangsa asing, seperti suku bangsa di Afrika hingga di Indian. Jadi, ritual yang dilakukan Jokowi dinilai bukan hanya karangan semata.

Kendati demikian, Heddy menyebut ritual Kendi Nusantara yang dilakukan Jokowi tidak persis sama dengan ritual pindah rumah seperti yang dilakukan kebanyakan orang. Salah satunya terletak pada elemen ritualnya.

Seperti yang diketahui, ritual yang disebut Kendi Nusantara itu dilakukan dengan membawa tanah dan air dari seluruh provinsi. Tanah dan air itu dituangkan ke dalam sebuah wadah besar.

Sebenarnya, ada dua hal yang membedakan ritual yang dilakukan Jokowi dengan ritual yang sudah hidup di masyarakat. Pertama, ruang lingkup dalam ritual Kendi Nusantara lebih besar dibandingkan ritual pindah rumah.
Ritual Kendi Nusantara dilakukan untuk menandai perpindahan ibu kota negara. Sehingga, elemen yang digunakan juga lebih besar dibandingkan dengan ritual pindah rumah ataupun ritual pindah kelurahan. Kedua, elemen tersebut sebagai representasi sebuah negara. Bahwa Indonesia terdiri dari beberapa suku bangsa.

Gubernur Sulteng Pingsan

Dalam acara ritual di titik nol ibu kota negara (IKN) Nusantara, Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Rusdy Mastura, jatuh pingsan. Dikabarkan, Rusdy kelelahan akibat kondisi cuaca yang begitu panas di lokasi IKN Nusantara.

“Iya pingsan, faktor kelelahan karena di sini cuacanya panas,” jelas Kepala Biro Admistrasi Pimpinan Setdaprov Kaltim, Syafranuddin, Senin (14/3/22).

Syafranuddin mengatakan, Gubernur Rudy langsung dibawa ke tenda untuk mendapatkan perawatan medis. Dia menyebut kondisi Rudy perlahan membaik.

“Tadi langsung dibopong ke tenda, sudah mendapatkan perawatan. Alhamdulillah kondisinya sudah membaik,” terang pria yang akrab di sapa Ivan.

Ivan menyebut kondisi cuaca saat ritual di titik nol IKN memang begitu panas. Kondisi lahan yang minim tempat berteduh membuat tamu undangan yang ikut serta dalam kegiatan mengaku kelelahan.

“Iya banyak yang kelelahan, tapi tim medis kita ada bersiap mengantisipasi jika ada tamu yang kelelahan,” kata Ivan.

Diberitakan sebelumnya, seluruh Gubernur se-Indonesia diagendakan ikut serta dalam ritual dengan menggunakan pakaian adat. Namun karena kondisi cuaca yang begitu panas, penggunaan pakaian adat ditiadakan.

“Kemarin saat rapat terkait pakaian adat disepakati ditiadakan, di ganti dengan pakaian dinas, karena dikhawatirkan merek cepat kelelahan,” pungkasnya.
**(za/agrey)

Related Articles

Back to top button