Ponpes

Amanah Datuk, Dirikan Pondok Dakwah, Santuni Fakir Miskin dan Duafa

▪︎ Potret Pondok Pesantren Baitul Quran, Lamongan (2-Habis)

▪︎ LAMONGAN – POSMONEWS.COM,-
Meski baru berdiri sekitar 3 tahun Pondok Pesantren Baitul Quran yang didirikan oleh  KH. Ir. Ahmad Zainul Abidin, ST, M.MT, sangat dirasakan perannya oleh masyarakat di wilayah Desa Tambak Ploso, Kec. Turi, Kab. Lamongan, Jawa Timur. Bukan saja peran dalam tuntunan agama, namun juga peran sosialnya yang nyata untuk membantu umat, khususnya warga fakir miskin, duafa, dan yatim piatu.

Peran tersebut juga dirasakan bukan hanya masyarakat di sekitar Desa Tambak Ploso, bahkan sampai di kota Lamongan. Tertolong dengan program santunan bulanan duafa secara rutin tersebut.

Hal ini sebagai program riil yang dilakukan oleh PP Baitul Quran, berfokus pada sisi humanisme. Peran sosial dalam membantu kehidupan kaum fakir miskin, duafa dan anak yatim piatu.

Realisasinya, pondok, secara rutin memberi santunan bulanan berupa paket sembako kepada fakir miskin (duafa) dan yatim piatu ke warga 3 dusun di desa Tambak Ploso yakni dusun Ploso Lebak, Gabus dan Candipari, dan di salah satu kelurahan di Lamongan kota, setiap bulan (paling lambat 2 bulan sekali).

Selalu menggelar pengajian umum setiap PHBI (Islam), dengan mendatangkan ulama, habib, kiai, gus dan ustad ternama di tanah air dan manca negara. Hal ini menurut Gus Abidin, panggilan familier KH. Ir. Ahmad Zainul Abidin, ST, M.MT sebagai bagian program dakwah religi eksteren  sehingga PP Baitul Quran bisa dikenal di Jawa Timur dan Nasional.

“Program dan dakwah ini sekaligus untuk perimbangan kegiatan lokal atau intern (harian) pondok, seperti ngaji rutin santri, dan tanfidz quran yang terus kita tata. Juga ke depan, planning lembaga pendidikan untuk santri, seperti Diniah, dll, “jelasnya.

Program pengajian umum di PHBI PP Baitul Quran menjadi magnet tersendiri, dan selalu dinanti oleh warga muslim sekitar, bahkan dari luar kota dan daerah karena gaungnya. Para jamaah ini sangat beruntung karena mendapat suraman rohani  penceramah kondang, juga berharap rezeki dari pemberian doorprice umroh bagi yang hadir di pengajian umum, misalnya Maulid Nabi, dll.

Program Khusus di bulan Ramadhan, PP Baitul Quran yakni pembagian bingkisan dan THR setiap bulan puasa kepada warga fakir miskin (duafa) di 3 dusunan Desa Tambak Ploso dan salah satu wilayah RT/RW di Lamongan kota.

Peran sosial yang langsung dirasakan oleh kaum duafa, dan yatim piatu ini membarengi dakwah agama yang bisa terlihat nyata. Kehadiran PP Baitul Quran membawa perubahan kehidupan yang dulu masih abangan kini berubah sangat religius.

Hadirnya pondok yang menyatu di masjid dusun yang konon pendiriannya disokong dan donatur utamanya adalah KH. Ir. Ahmad Zainul Abidin, ST, M, MT itu turut menghijaukan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Dituturkan oleh Gus Abidin, syahdan dalam karier kerjanya, sukses di dalam negeri membawanya ke negeri gajah putih, Thailand, selanjutnya merambah ke Malaysia. Di negeri ini ia berkesempatan bersua dengan seorang Datuk yang memberinya amanah, berupa dana uang, red) agar mendirikan rumah dakwah ( pondok pesantren).

Pasca kembali ke tanah air, Gus Abidin pun mewujudkan amanah tersebut. Mendirikan PP Baitul Quran, dengan mengkolaborasikan management usahanya untuk menghidupi pondok termasuk 2 guru pengasuh. Seluruh kegiatan dan  dakwah pondok. Bahkan untuk kegiatan santripun, semua gratis, tanpa dipungut biaya.

Warta membahagiaka dan terkini, sebagai jalan rezeki untuk mendukung pondoknya, dari managemen usaha Gus Abidin, telah membeli saham di sebuah bank syariah di Lamongan yang juga konsen di berbagai kantor, lembaga, organisasi Islam, dll di kota Lamongan,

“Dari pengelolaan ladang bisnis itulah, murni, saya menghidupi  dakwah dan berbagai program pondok. Ladang rezeki dari Allah ini, alih-alih sebagai akar yg kuat, saat saya pensiun (tua, red),  sementara dakwah pondok mengharuskan eksis dan harus terus berjalan, ” yakin Gus Abidin yang kini sering diundang sebagai penceramah di beberapa kota seperti Gresik, Lamongan, Surabaya dan kota lainnya di Jawa Timur.

Terbukti perjuangan dakwah Gus  Abidin, bersama Pondok Pesantren Baitul Quran yang diampunya makin membumi. Syiar Islamnya makin bergaung dan berbagai program bantuan umat di kalangan duafa dan fakir miskin telah berjalan. Masyarakat terus berharap PP Baitul Quran akan mewarnai religiusitas masyarakat di sekitarnya. Dan  menjadi bagian sokoguru dakwah  Islam di negeri ini.

Sesuai dengan harapan dan berkah amanah Datuk Malaysia tersebut pada Gus Abidin dalam perjuangan dakwahnya. Bersama Ponpes Baitul Quran, itu ia berharap ponpesnya menjadi lembaga Tafaqquh Fiddin (pendalaman ilmu agama), Dakwah (penyiaran), dan Pemberdayaan Masyarakat.▪︎[DANAR SP]

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button