Bakesbangpol Bersinergi dengan Forum Pembauran Kebangsaan

▪︎ JOMBANG – POSMONEWS.com,-
Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) yang bersinergi dengan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), kembali menunjukkan komitmen kuat dalam menjunjung tinggi nilai toleransi dan keberagaman.
Semangat kebersamaan tersebut tercermin nyata dalam acara bertajuk “Temu Suku dan Etnis Kabupaten Jombang” yang mengusung tema “Merajut Silaturahim, Padukan Langkah dan Hati Menuju Jombang Sejahtera Penuh Harmoni”.
Kegiatan yang mempersatukan berbagai elemen bangsa ini diselenggarakan dengan khidmat di Ruang Bung Tomo, Kantor Pemkab Jombang, Jumat (17/4/2026) malam.
Hadir Wakil Bupati Jombang Salmanudin S.Ag., M.Pd mewakili Bupati Jombang Warsubi, perwakilan Forkopimda, Sekretaris Daerah Agus Purnomo, SH., M.Si., asisten, serta Kepala OPD terkait lingkup Pemkab Jombang. Hadir pula Ketua FPK Jombang, Drs. H.M. Zaimuddin Wijaya As’ad, S.U. (Gus Zuem), beserta tokoh agama, tokoh adat, perwakilan suku serta etnis yang menetap di Jombang.
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Jombang, Salmanudin S.Ag., M.Pd., Bupati Jombang Warsubi SH, M.Si menyampaikan bahwa kemajemukan adalah kekuatan utama Kabupaten Jombang.
“Kabupaten Jombang yang dikenal sebagai Kota Santri memiliki kekuatan kultural yang bersumber dari nilai-nilai religius dan kearifan lokal. Jombang juga sering disebut sebagai miniatur Indonesia karena keberagamannya,” ujar Salmanudin Wakil Bupati Jombang.
Wabup Jombang juga mengingatkan pentingnya memegang teguh filosofi lokal dalam menjaga stabilitas sosial. “Prinsip ‘Rukun Agawe Santosa, Crah Agawe Bubrah’ menjadi pedoman dalam menjaga harmoni sosial,” tambahnya.
Momentum ini juga menjadi ajang apresiasi atas kondusivitas Kabupaten Jombang. Berdasarkan data yang dipaparkan, Kabupaten Jombang mencatatkan nilai yang sangat baik dalam Indeks Harmoni Indonesia Tahun 2025 dengan rata-rata skor 6,83 (Kategori Baik).
“Secara rinci, dimensi keberagaman meraih skor tertinggi yakni 7,10, disusul dimensi budaya (6,84), dimensi sosial (6,81), dan dimensi ekonomi (6,62)”, ungkap Wakil Bupati Jombang Salmanudin.
Gus Salmanudin juga mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat tidak lengah terhadap tantangan modern seperti peredaran narkotika (P4GN) dan fenomena tawuran antar pemuda.
“Di tengah capaian tersebut, kita juga dihadapkan pada sejumlah tantangan, antara lain meningkatnya peredaran minuman keras, penyalahgunaan narkotika, serta fenomena tawuran antar pemuda. Permasalahan ini memerlukan penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan melalui sinergi lintas sektor. Dalam hal ini, peran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menjadi sangat penting melalui pelaksanaan program penguatan pembauran wawasan kebangsaan, serta fasilitasi P4GN,” tandasnya.
Menurutnya, pembangunan daerah juga harus dilaksanakan secara seimbang antara aspek fisik dan non-fisik, termasuk penguatan karakter bangsa, nilai toleransi, serta harmoni sosial, dalam rangka ‘Mewujudkan Jombang Maju Sejahtera untuk Semua’.”
“FPK diharapkan dapat terus memperkuat perannya sebagai wadah dialog lintas etnis, mediator sosial, serta penggerak nilai-nilai toleransi dan persatuan di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Suasana akrab dan guyub rukun terpancar saat perwakilan berbagai suku, mulai dari Jawa hingga Papua dan etnis Tionghoa, hadir dalam balutan busana adat yang menawan. Mereka tampil membawakan lagu-lagu daerah dari pelosok Nusantara, menyatukan keberagaman dalam satu harmoni yang indah.▪︎(AHM)