Berita Utama

Macet dan Debu Proyek Pelebaran Jalan Mojotengah Gresik Dikeluhkan Warga

▪︎ Penyebab Kemacetan Penerapan Sistem Buka-tutup Jalan Proses Pengerjaan Proyek

▪︎ GRESIK – POSMONEWS.com,-
Proyek pembangunan Jalan Mojotengah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dikeluhkan warga dan pengguna jalan akibat macet dan banyaknya debu berhamburan.

Kemacetan panjang terjadi di ruas Jalan Raya Domas yang menghubungkan Kecamatan Menganti dan Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, akibat pelaksanaan proyek pelebaran jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur. Antrean kendaraan dilaporkan mencapai sekitar 6,5 kilometer.

Kemacetan dan debu berhamburan itu hampir terjadi setiap hari. Dari arah Morowudi, kemacetan membentang mulai wilayah Balai Desa Boteng, Kecamatan Menganti hingga kawasan Jalan Mojotengah.

Sementara dari arah berlawanan, antrean kendaraan terlihat sejak Jalan Raya Kedamean di kawasan Balongjerambah, Desa Legundi, Kecamatan Kedamean.

Penyebab utama kemacetan adalah penerapan sistem buka-tutup jalan selama proses pengerjaan proyek. Sebagian badan jalan digunakan untuk kegiatan konstruksi sehingga kendaraan dari kedua arah harus melintas secara bergantian.

Kondisi ini semakin memperlambat arus lalu lintas, terutama saat kendaraan bertonase besar melintas.
Proyek pelebaran jalan tersebut telah dimulai sejak pertengahan Mei 2026 dan diperkirakan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.

Selama masa pengerjaan, pengguna jalan harus menghadapi kepadatan lalu lintas yang terjadi hampir sepanjang hari. Sejumlah pengendara mengaku terdampak langsung oleh kondisi tersebut.

Menurut Asori, meskipun berangkat kerja lebih awal, waktu tempuh perjalanan tetap bertambah signifikan akibat antrean kendaraan yang panjang.
Keluhan serupa disampaikan para pengemudi kendaraan angkutan barang.

Sebagian dari mereka sebenarnya dapat menggunakan jalan tol sebagai alternatif, namun biaya tarif yang dinilai cukup tinggi membuat banyak pengemudi tetap memilih jalur arteri.

Selain memicu kemacetan panjang, proyek pelebaran Jalan Mojotengah penghubung Kecamatan Menganti dan Kedamean, Gresik, juga menimbulkan keluhan dari warga dan pengguna jalan.

Debu tebal beterbangan dari area proyek dinilai semakin mengganggu karena minimnya penyiraman, terutama saat cuaca panas dan aktivitas kendaraan sangat padat.

Ruas Jalan Mojotengah tampak diselimuti debu yang beterbangan akibat aktivitas alat berat, tumpukan material proyek, serta lalu lalang kendaraan berat.

Setiap kali truk melintas, kepulan debu membumbung ke udara dan menyelimuti badan jalan hingga mengurangi kenyamanan pengguna jalan.

Kondisi tersebut paling dirasakan pengendara sepeda motor yang harus melintasi jalur proyek setiap hari. Sejumlah pengendara terlihat mengenakan masker dan menutupi wajah untuk mengurangi paparan debu. ▪︎(FEND)

Related Articles

Back to top button