Tengara Kembang Wijayakusuma dan Nomerisasi Capres 2024

263 dibaca

▪︎LAMONGAN – POSMONEWS.COM,-
Jika Bunga Wijayakusuma mekar, pertandanya menjadi salah satu pertanyaan yang bikin penasaran. Konon, tak sedikit yang mengaitkannya dengan rezeki dan keberuntungan.

Property People, wijaya kusuma merupakan salah satu tanaman bunga favorit para pencinta tanaman hias. Ketika mekar, bunga wijaya kusuma akan terlihat indah dan cantik serta mengeluarkan bau harum.

Selain itu, bunga yang dikenal queen of the night ini mampu tumbuh di iklim tropis seperti Indonesia. Tak heran kalau banyak yang menanam bunga wijaya kusuma untuk mempercantik rumah.

Hanya saja, bunga wijaya kusuma juga tak lepas dari mitos yang berkembang di sebagian masyarakat Indonesia. Salah satu mitos bunga wijaya kusuma adalah ketika sedang mekar yang dikaitkan dengan pertanda positif oleh sebagian masyarakat seperti : keberuntungan, rezeki, jabatan, dll.

Peristiwa langka yang terjait dengan mekarnya bunga langka ini terjadi di rumah Kanjeng Pangeran Drs. H.D.S. Suryabinangun, KGAA.= bahDe/waGede (76 th) – M.A. Karahayuan Pangawitan Nagarasari Panjalu. * Abah Dede Suryabinangun, bahDe/waGede (76 th). Pupuhu _Karahayuan Pangawitan/ Adat_ di Jawa Barat.

Bak menantikan sebuah peristiwa bersejarah, bunga Wijayakusumah di kediaman Abah Dede itu mekar pukul 21.00 WIB, hari Kamis, (24/1/2024) lalu.

Kepada jurnalis posmonews.com, via ponselnya ia mengabarkan peristiwa yang bisa ditafsirkan menjadi pandulum metafisik terhadap eksistensi negeri ini yang sedang menggelar hajatan dan gawe agung yakni Pemilu 2024, khususnya suksesi RI 1.

“Yang bisa muncul adalah pasangan 1 & 2 potensial untuk dicoblos meskipun beda penampakannya. Paslon 2 lebih kelihatan dalam survey-surrvey sedangkan Paslon 1 lebih diam-diam, para pemilihnya sehingga dalam survey selalu tertinggal dari paslon 2. Sedangkan paslon 3 tidak muncul dalam angka-angka WIKUSUMAH… kursi (4) hanya tersedia untuk 2 Paslon saja menuju RI 1, ditunggu jam layu WIKUSUMAH semua Paslon masih melaju karena jam layu lewati jam 1, 2, 3. Ini prediksi per 25 Januari masih dimungkinkan terjadi LAYU MENDADAK,” urainya.

Bunga Wijayakusuma itu nekar di pekarangan rumah, artnya menutut Abah Dede, kali ini sepertinya mau ngabari rakyat mungkin saja karena tempat-tempat yang wingit sudah kurang diperlakukan dengan baik-baik, oleh para pemimpin, pejabat, penguasa berwenang, sehingga turun ke pekarangan rakyat, minta dikabarkan.

“Ya, Abah menanti kabar dari ALAM termasuk kita sudhio melewati masa WASPADA TRANSPORTASI yang antara lain, terjadi tabrakan KA di Bandung, dll termasuk di laut dan jalan tol. Ada yang perlu diikuti dari WIKUSUMAH yang tetap kelopak bunganya 17.

Ini berpesan tetap melaksanakan 17 rakaat (salat) dengan baik dan penuh kesungguhan. Tentu saja bukan hanya salat tapi juga menjauhkan dari maksiat dan pelacuran karena ini pintu masuk bagi GEMPA dan PERGERAKAN TANAH. Tentu ini hanya prediksi dan Gusti Allah punya kunfayakun,” lanjutnya.

Sedangkan dari pandangan adat, bahwa setiap waktu itu punya karakter masing-masing dan ada SOLUSI yang bisa disodorkan. Namun sekarang ini kaum ADAT seolah-olah tumpul akibat dari instrument adatnya tidak terpelihara dengan baik sehingga AURA KEHANDALANNYA jadi terganggu.

“Sebahagian disebabkan instrumen adatnya yang sudah tidak berfungsi dengan baik. Mungkin ritualnya tidak sempurna atau persyaratannya yang tidak terpenuhi. Atau terjadi perubahan AURA yang terpancar, akibat munculnya benda-benda baru yang memancarkan AURA negatif. Penataan wilayah dan instrument adat harus senantiasa dikaji demi keselamatan manusia dan masyarakat kaumnya,” tegas Abah Dede.▪︎[DANAR SP]