Berita

Proyek Ring Road di Sisi Timur Kota Malang Lebih Mendesak  

▪︎ KOTA MALANG – POSMONEWS.com,-
Rencana proyek pembangunan ring road (jalur lingkar) di Kota Malang, di sisi timur dianggap paling mendesak. Hal itu disebabkan, tingkat kejenuhan jalan utama cukup tinggi. Dalam beberapa momen bisa mencapai lebih dari 1 poin. Itu menunjukkan adanya perlambatan laju kendaraan.

Muaranya, sering terjadi kemacetan di sana. Upaya mengatasi problem kemacetan di Jalan Gatot Subroto sebenarnya pernah dilakukan Pemkot Malang. Pada 2024 lalu, dilakukan rekayasa lalu lintas di sana.

Kendaraan dari arah Jalan Martadinata tidak boleh belok kanan langsung ke Jalan Simpang Untung Suropati. Kendaraan baru boleh belok kanan pada Jalan Panglima Sudirman.

Namun rekayasa lalin itu tidak bertahan lama. Sehingga saat ini arus lalu lintas kembali seperti semula. Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Arief Wahyudi menyampaikan, macet di Jalan Gatot Subroto tidak bisa diselesaikan dengan rekayasa lalu lintas saja.

Sebab, jalan tersebut memang tidak bisa menampung volume kendaraan yang melintas. Sebelum Jembatan Brantas, terjadi penyempitan jalan atau bottleneck. Itu membuat arus lalu lintas menjadi terhambat. Dengan fakta itu, Pemkot Malang seharusnya memikirkan opsi lain dengan pengembangan infrastruktur.

”Alternatif untuk Buk Gluduk itu sudah ada perencanaan jalur lingkar timur (jalitim). Seharusnya itu diseriusi Pemkot Malang,” tegas Arief.

Dia menyampaikan, rencana pembangunan ring road di sisi timur itu sudah masuk Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Dengan demikian, Pemkot Malang tinggal melakukan kajian lebih lanjut.

”Kebetulan dengan status sebagai calon kota metropolitan, Pemkot Malang seharusnya melirik (adanya peluang) bantuan pemerintah pusat,” terangnya.

Arief meyakini, jika kajian dibuat serius dengan pertimbangan kebutuhan masyarakat, bantuan pemerintah pusat untuk pembangunan ring road di sisi timur bisa terlaksana.

”Pemerintah pusat itu sebelum mengucurkan anggaran akan melihat keseriusan pemda. Kami akan dorong kajian segera dilakukan bersamaaan dengan pembahasan Perda LLAJ (Lalu Lintas dan Angkutan Jalan),” tandas legislator dapil Klojen itu.

Rencananya, jalur itu bakal terbentang mulai dari Jalan Ki Ageng Gribig sampai Jalan Mayjen Sungkono, hingga kawasan Gadang. Muaranya di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Jalur itu diplot khusus untuk kendaraan-kendaraan besar. Sehingga lonjakan volume kendaraan di Jalan Gatot Subroto bisa terurai.

Selain jalitim, pemkot juga sempat merumuskan wacana ring road di sisi barat. Rencana rute untuk jalur lingkar barat terbentang dari Jalan Dieng, Jalan Kalisongo, Dau, Kabupaten Malang, hingga Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Jalur itu diplot untuk mengurai macet dari Kota Malang menuju Kota Batu. Khususnya di Jalan Tlogomas dan Jalan MT Haryono.

Arief menambahkan, meski tingkat kejenuhan di dua ruas jalan itu lebih kecil, bukan berarti ring road sisi barat tidak penting. Perbaikan akses menuju Kota Batu tetap diperlukan. Salah satunya untuk meningkatkan perputaran ekonomi.

”Jika akses semakin mudah, wisatawan yang ke Kota Batu akan lebih banyak memilih Kota Malang sebagai tempat transit,” tambahnya.▪︎ (AHM/RDM)

Related Articles

Back to top button