Berita

Pembukaan Semar Tempo Doeloe 3, Dorong UMKM dan Pelestarian Budaya

▪︎ KOTA MALANG – POSMONEWS.com,-
Gelaran Semar Tempo Doeloe Jilid 3 kembali hadir memeriahkan Kampung Semar, Jalan Teluk Pelabuhan Ratu RT 06 RW 02, Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kamis (14/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung hingga 17 Mei 2026 tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Kampung Semar yang kedua sekaligus wadah pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) warga.

Mengusung tema ‘Lorong Waktu”, Semar Tempo Doeloe 3 menghadirkan nuansa tempo dulu melalui aneka kuliner tradisional, dekorasi bernuansa lawas, hingga berbagai aktivitas budaya yang melibatkan masyarakat setempat.

Ratusan warga RW 02 Arjosari turut ambil bagian dengan menjajakan beragam makanan tradisional maupun jajanan kekinian.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak hari pertama pelaksanaan. Bahkan, rintik yang sempat turun saat acara berlangsung tidak menyurutkan semangat warga dan pengunjung untuk memadati kawasan Kampung Semar.

Suasana hangat dan kebersamaan tetap terasa di tengah ramainya aktivitas masyarakat yang menikmati sajian kuliner dan hiburan budaya yang ditampilkan.

Selain menjadi ruang berkumpul warga, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan menghidupkan kembali budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang hadir membuka kegiatan menyampaikan apresiasi atas konsistensi warga Kampung Semar dalam menghadirkan event berbasis budaya dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, Semar Tempo Doeloe tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan warga.

“Dari sisi ekonomi, kegiatan ini turut mendongkrak ekonomi warga, ditambah antusias masyarakat yang sangat tinggi. Di sinilah akan terbangun kerukunan dan kebersamaan yang terus menguat,” tutur Wahyu.

Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya perlu terus dilakukan agar generasi muda tidak melupakan sejarah dan tradisi lokal yang menjadi identitas bangsa.
Selain itu, Wahyu menilai kegiatan seperti Semar Tempo Doeloe selaras dengan pengembangan kampung tematik dan peningkatan daya tarik wisata berbasis masyarakat.

Event seperti ini juga dinilai mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.
Gelaran Semar Tempo Doeloe sendiri sebelumnya telah mendapat apresiasi luas dan menjadi salah satu event budaya berbasis kampung yang konsisten digelar di Kota Malang.

Pada penyelenggaraan sebelumnya, event ini juga dinilai efektif dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus memperluas pasar UMKM kuliner lokal, khususnya jajanan tradisional.

Pemerintah Kota Malang melalui program Ngalam Laris turut memberikan dukungan terhadap pengembangan UMKM lokal sebagai bagian dari implementasi Dasa Bakti Unggulan yang dicetuskan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang.

Program tersebut diharapkan mampu memperluas pemasaran produk warga sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro di tingkat kampung.
Dengan semangat gotong royong dan partisipasi masyarakat yang tinggi, Semar Tempo Doeloe 3 diharapkan terus berkembang menjadi agenda budaya tahunan yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi masyarakat.▪︎ (AHM/Yul)

Related Articles

Back to top button