Berita

HJL ke-457, Kagama dan Visi Legalicy Bupati Yes 

▪︎ LAMONGAN – POSMONEWS.COM,-Banyak agenda kegiatan HJL (Hari Jadi Lamongan) ke-457 tahun 2026 yang ditempatkan di Kawasan Lapangan Gajahmada (Kagama).

Salah satu fasilitas umum layaknya Alun-alun Lamongan yang menjadi fasilitas umum ikonik.

Wahana ini sering kali menjadi bagian dari visi legacy (warisan pembangunan) untuk menandai masa jabatan seorang pemimpin daerah, dalam hal ini adalah bupati H. Yuhrohnur Efendi (Pak Yes).

Kagama sebagai benang merah penamaan tokoh Kerajaan Majapahit, yakni Mahapatih Gajahmada dalam cerita rakyat (folklor), dipercaya berasal dari Lamongan. Meski butuh penelitian para ahli sejarah, kepurbakalaan, terbukti situs Gunung Ratu yakni makam Dewi Andongsari diyakini sebagai ibunda Gajahmada.

Gajahmada yang dipersamakan sebagai Jaka Mada. Jatidirinya sebagai putra Lamongan tersirat dalam sejarah Perang Bubat (Babat). Desa Gajah di sekitar Gunung Pegat, Delanggung. Dan sejarah pengungsian Raja Jayanegara (Kalagemet) ke wilayah Dander (Bojonegoro) karena pembrontakan Kuti Semi.

Gajamada seperti juga Sunan Drajat, Tumenggung Surajaya, Jaka Tungkir, menciptakan citra dan nama agung sehingga sejak Bupati Fadeli dan diteruskan Bupati Yes dengan mewujudkannya sebagai Kagama. Fasun dengan berbagai fasilitas, segala pernik dan fungsinya berfungsi sebagai landmark kota, pusat pelayanan, atau ruang publik yang mencerminkan prioritas kepemimpinan Bupati Yes.

Bahwa Kagama akan menjadi peninggalan berharga dari Bupati Yes, usai periodesisinya berakhir nanti di tahun 2030. Ia yang meninggalkan warisan emas ini akan dikenang, saat Sang Raja Lengser Keprabon, Madeg Pandhita.

Selain bangunan dan fasilitas publik seperti lapangan bola, tenis, gedung seni budaya, air mancur eksotis yang bisa menari, juga proyek hijau atau hutan kota yang nantinya bisa dinikmati anak cucu warga Lamongan.

“Berada dalam program prioritas kami, jika berfokus pembangunan di era modern lebih bergeser dari gedung-gedung perkantoran, misalnya di daerah lain, di Lamongan kita membangun tempat publik yang lebih terbuka dan kreatif, itulah Kagama.

Namun jangan kupa, pembangunan yang tergolong ikonik lainnya adalah JLU, Stadion Surajaya, JLS dan tentunya, kami menyelesaikan program Jamula, ” jelas Pak Yes, berkali-kali diungkapkan dalam kegiatan dinas maupun sosial.

Nah, jika peringatan HJL dirancang untuk terus memotivasi sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Lamongan yang lebih maju, maka Visi Legalicy Pak Yes ini adalah kado abadi untuk Lamongan. Karena empat tahun masih cukup baginya untuk terus membangun, melanjutkan program-programyang di periodesasi pertama sempat tertunda. Dan akan dituntaskan di periode kedua.▪︎[DANAR SP]

Related Articles

Back to top button