Berita

Pabrik Tahu Meledak Menewaskan Pekerja

▪︎ Polres Malang Dalami Penyebabnya

▪︎ MALANG – POSMONEWS.com,-
Ledakan dahsyat terjadi mengguncang  pabrik tahu di Dusun Krajan, Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Sabtu (31/1/2026). Peristiwa tragis tersebut menewaskan satu orang pekerja di lokasi kejadian.

Korban diketahui bernama Muhammad Ridwan (46), warga setempat, saat itu tengah bekerja seorang diri di area tungku produksi tahu.

Polres Malang terus mendalami insiden ledakan pabrik tahu di Pakisaji yang menewaskan satu pekerja. Penyelidikan fokus mengungkap penyebab pasti dan kemungkinan kelalaian.

Polres Malang tengah melakukan pendalaman intensif terkait insiden ledakan pabrik tahu di Kecamatan Pakisaji yang menewaskan satu pekerja. Penyelidikan ini fokus mengungkap penyebab pasti dan ada tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa tragis tersebut.

Kepolisian Resor (Polres) Malang tengah mendalami insiden ledakan pabrik tahu yang terjadi di Dusun Krajan, Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Peristiwa nahas ini mengakibatkan satu orang pekerja tewas di lokasi kejadian.

Penyelidikan intensif dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti serta kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam kejadian tersebut.

Korban tewas diidentifikasi Muhammad Ridwan (46), seorang operator pabrik tahu yang bertugas menyalakan tungku ketel. Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 06.30 WIB ketika korban sedang menjalankan tugas rutinnya.

Tim Inafis Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Malang bersama Kepolisian Sektor Pakisaji segera diterjunkan ke lokasi.

Kepala Seksi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinanjar, menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah penanganan tempat kejadian perkara (TKP) dan kelengkapan administrasi penyelidikan. Pihak kepolisian berkomitmen untuk melakukan koordinasi lanjutan guna mendapatkan gambaran utuh dari peristiwa ini.

AKP Bambang Subinanjar menjelaskan bahwa Tim Inafis Satreskrim Polres Malang dan Polsek Pakisaji telah melakukan olah TKP secara menyeluruh di lokasi.

Proses ini meliputi pengumpulan keterangan dari para saksi mata serta pengamanan area kejadian untuk kepentingan investigasi lebih lanjut. Langkah-langkah awal ini krusial untuk mengumpulkan bukti-bukti yang relevan.

Penyelidikan yang dilakukan oleh Polres Malang tidak hanya berfokus pada penyebab teknis ledakan ketel, tetapi juga untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian.

Penekanan pada aspek kelalaian ini penting untuk menentukan pertanggungjawaban hukum jika terbukti ada standar operasional yang tidak dipenuhi. Koordinasi antar unit kepolisian terus dilakukan untuk mempercepat proses ini.

Bambang menegaskan bahwa seluruh prosedur penyelidikan dilakukan sesuai standar operasional yang berlaku. Tujuannya adalah untuk memastikan setiap detail kejadian dapat terungkap secara transparan dan akuntabel. Pihak kepolisian berupaya memberikan kejelasan kepada publik dan keluarga korban.

▪︎ Kronologi Ledakan Pabrik Tahu

Dari  hasil penyelidikan awal dan olah TKP yang telah dilaksanakan,  terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 06.30 WIB. Muhammad Ridwan, korban  meninggal, sedang menjalankan tugasnya sebagai operator yang bertanggung jawab menyalakan tungku ketel. Tungku tersebut menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar untuk proses produksi tahu.

Polisi menduga kuat bahwa ledakan ketel dipicu tekanan uap dan suhu panas yang berlebihan di dalam ketel. Kondisi ekstrem ini menyebabkan ketel tidak mampu menahan tekanan internal, sehingga meledak dengan dahsyat. Ledakan tersebut sangat kuat, hingga membuat korban terpental beberapa meter dari posisinya.

Akibat ledakan tersebut, Muhammad Ridwan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah yang dideritanya. Insiden ini menyoroti pentingnya standar keselamatan kerja, terutama dalam pengoperasian peralatan bertekanan tinggi seperti ketel uap. Penyelidikan lebih lanjut akan mengkonfirmasi dugaan penyebab ini.

Setelah kejadian  yang merenggut nyawa Muhammad Ridwan, jenazah korban segera dievakuasi dari lokasi kejadian. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati oleh tim yang bertugas. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar di Kota Malang untuk penanganan lebih lanjut.

Di RSUD Saiful Anwar, direncanakan akan dilakukan visum terhadap jenazah korban. Visum ini bertujuan untuk memastikan penyebab pasti kematian Muhammad Ridwan secara medis. Hasil visum akan menjadi salah satu bukti penting dalam melengkapi berkas penyelidikan yang sedang berjalan oleh Polres Malang.

Polres Malang menyatakan akan terus melakukan koordinasi lanjutan dengan berbagai pihak terkait untuk menuntaskan penyelidikan.

Langkah-langkah ini termasuk mengumpulkan informasi tambahan dan analisis teknis untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Komitmen untuk mengungkap kebenaran tetap menjadi prioritas utama.▪︎ (AHM/ANT)

Related Articles

Back to top button