Paket IJD Tanah Merah–Jenteh Pendukung Akses Transportasi

▪︎ Jadi Mobilitas, Ekonomi Lokal, dan Kesejahteraan Masyarakat
▪︎ BANGKALAN – POSMONEWS.com,-
Dalam rangka memperkuat konektivitas wilayah dan mendukung distribusi hasil pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBPJN Jawa Timur–Bali melaksanakan Paket Inpres Jalan Daerah (IJD) Peningkatan Jalan Tanah Merah–Jenteh (R.35) di Kabupaten Bangkalan.
Paket IJD Tahun Anggaran 2025 ini mencakup penanganan ruas jalan sepanjang 3,00 kilometer dan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025. Ruas Tanah Merah–Jenteh merupakan akses penting bagi masyarakat, khususnya sebagai jalur angkut komoditas pertanian unggulan seperti padi dan jagung dari sentra produksi menuju pasar dan pusat distribusi.
Dengan kondisi jalan yang lebih mantap, waktu tempuh dan biaya logistik diharapkan dapat ditekan secara signifikan. Hal ini berkontribusi langsung terhadap kelancaran rantai pasok pangan serta mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, terutama di wilayah Bangkalan dan sekitarnya.
Dalam pelaksanaan pekerjaan, seluruh tahapan peningkatan jalan Tanah Merah–Jenteh diarahkan agar memenuhi prinsip tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya.
Pengendalian kualitas dan progres pekerjaan terus dilakukan untuk memastikan infrastruktur yang dibangun memiliki daya dukung jangka panjang dan memberikan manfaat nyata bagi mobilitas, ekonomi lokal, serta kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu Kepala Dinas PUPR Bangkalan, Rizal Mardiansyah, mengatakan pelaksanaan IJD bertujuan memperbaiki kondisi jalan-jalan daerah yang rusak.
“Kementerian PU berupaya meningkatkan kemantapan jalan daerah agar terkoneksi dengan jaringan jalan nasional, khususnya pada wilayah yang menopang produktivitas sektor pertanian, perikanan, perkebunan, industri, serta pendistribusian energi,” pungkasnya.
Program IJD berawal dari usulan dari Pemkab Bangkalan melalui sistem berbasis aplikasi SITIA.
“Alhamdulillah ini berawal dari usulan kami sehingga Pelaksanaan IJD Tanah Merah-Janteh dapat terwujud,” tegas Rizal.
Rizal berharap program ini dapat menjadi contoh sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun infrastruktur yang inklusif dan berkelanjutan.▪︎ (FEND)



