Tips Gus Miftah untuk Bupati Yes Membawa Kejayaan Lamongan
▪︎Tausiyah di Penutupan Festival Ramadan Megilan 1444 H
▪︎LAMONGAN-POSMONEWS.COM,-
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Wabup Abdul Rouf dan jajaran Forkopimda Lamongan, menghadiri penutupan Festival Ramadhan Megilan Vol 2 di halaman GOR Lamongan, Minggu (9/4) malam.
Gelaran Festival Ramadhan Megikan ini menghadirkan
gebyar sholawat Hadrah Syubbanul Muslimin bersama Gus Azmi dan Gus Ahkam. Serta acara inti yakni tausiyah/ceramah agama dari KH. Miftah Maulana Habiburrahman atau yang terkenal disebut Gus Miftah.
Di acara seremonial, Bupati Yes mengungkapkan, Festival Ramadhan Megilan Vol 2 yang telah berlangsung selama 3 hari ini berjalan sukses dan lancar. Karena itulah harapannya, di event (Vol 3) mendatang akan terus ditingkatkan kualitasnya.
“Alhamdulillah Festival Ramadhan Megilan Vol 2 berjalan sukses dan lancar. Kesuksesan ini akan terus kami tingkatkan kualitasnya di tahun-tahun berikutnya. Terima kasih kepada seluruh penyelenggara, tim suporting, UMKM yang turut serta berpartisipasi, dengan demikian pada hari ini Festival Ramadhan Megilan saya nyatakan ditutup,” ucap Pak Yes.
Untuk melengkapi kebarokahan acara ini, Pak Yes mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk mengikuti tausiyah/ceramah agama dari Gus Miftah dan sholawatan bersama Gus Azmi dan Tim Hadrah Syubbanul Muslimin dengan khidmat.
Kehadiran Gus Miftah yang sudah ditunggu oleh jamaah yang hadir memadati halaman GOR Lamongan itu terlihat bersukacita menyimak tausyiah dai kondang nan piawai membuat joke “gudang kata-kata” yang biasa digunakan sebagai bahasa gaul anak-anak muda ini.
Diawali dengan pantunnya yang khas tentang kegalauan karena hujan yang merintik di arena pengajian. Disusul kata-kata tentang cinta itu mendapat aplaus dan antusias dari para jamaah.
Yang cukup menarik, Gus Miftah pun memberi tips pada Bupati Yes, bagaimana untuk membawa Lamongan itu menjadi terkenal dan mencapai kejayaan. Yakni dengan memanfaatkan kepentingan itu melalui Medsos.
Hal yang dicontohkan olehnya untuk melihat view atau follower Gus Azmi dengan Salawatnya, Bupati Yes dan Gus Miftah.
“Jadi untuk mencapai kejayaan Lamongan itu, lebih disolidkan tim medsosnya Pak Bupati. Seperti juga dengan dakwah seperti Sakawatannya Gus Azmi, sekarang ya tolok ukurnya adalah medsos, dan itu sangat efektif membawa kemaslahatan,” kata Gus Miftah.
Di bagian inti ceramah pemangku Ponpes Ora Aji ini menyampaikan tentang arti cinta, sesuai sabda nabi bahwa Allah SWT merindukan manusia tidak hanya sekedar cinta tetapi dicintai.
“Surga merindukan 4 golongan, pertanyaannya sudahkah surga merindukan kita, maka hadirlah menjadi orang yang dicintai oleh Allah SWT. Jika ada kemauan pasti banyak jalan. Jadikanlah pribadi yang nafsul mutmainnah (jiwa yang telah mendapat ketenangan, red). Ketika menghadap Allah SWT modal kita cukup, karena dilandasi dengan ikhlas, oleh karena itu dihadirkanlah puasa,” tuturnya.
Lebih lanjut Gus Miftah menjelaskan bahwa puasa adalah sebuah keikhlasan. Jika amalan lainnya bisa saja dipamerkan, tetapi puasa tidak.
“Ibadah haji bisa dipamerkan, sedekah, sholat dan lainnya bisa di pamerkan, tapi puasa tidak. Masa kita harus mengeluarkan bau mulut untuk membuktikannya pada Pak Bupati. Tidak, bisa saja itu sakit sariawan. Maka satu-satunya ibadah yang tidak dipamerkan adalah puasa. Diposting juga tidak bisa,” lanjutnya.
Untuk itu sesuai sabda nabi, sesungguhnya surga itu merindukan empat golongan yakni, orang-orang yang membaca Al Qur’an, orang yang menjaga lidah/ucapannya, orang yang memberi makan orang yang sedang kelaparan, dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Ramadan.
“Jika manusia ingin bercakap-cakap dengan Allah SWT, maka bacalah Al-Qur’an, bahkan saya sepakat anak-anak saat tadarus malam itu tetep memakai soud yang diatur volumenya, sehingga tetap semangat. Sementara untuk menjaga lisan saat ini bisa dengan menjaga jempol kita, tidak cuit sembarangan yang bisa mendatangkan kemurkaan Allah SWT,” imbuh mubaligh nyetrik itu.
Termasuk memberi makan orang yang kelaparan, Gus Miftah bahkan mencontohkan bahwa mental seseorang bisa dilihat dari cara memberi.
“Orang kaya itu bukan yang bisa membeli segalanya, tetapi orang yang tidak bisa dibeli orang yang punya segalanya,” pungkasnya.
*DANAR SP*



