Berita Utama

Pemerintah Bakal Membangun Giant Sea Wall Jakarta – Gresik

▪︎JAKARTA – POSMONEWS.com,-
Pemerintahan Presiden tepilih Prabowo Subianto, ingin membangun tanggul laut raksasa (giant sea wall) dari Jakarta – Gresik. Hal ini diungkapkan   Hashim Djojohadikusumo yang mengatakan Prabowo ingin proyek ini segera direalisasikan.

“Pak Prabowo ingin membangun
giant sea wall dari Jakarta sampai Gresik di Jawa Timur. Dan program ini tidak bisa dalam 5 tahun, mungkin tidak bisa dalam 10 tahun, mungkin harus baru bisa 20 tahun,” kata Hashim di Senayan, Selasa (10/9/2024).

Dasar pembangunan tanggul laut raksasa ini adalah melihat semakin tingginya permukaan air laut daripada daratan di pesisir Jawa, termasuk Jakarta. Daripada hanya membangun untuk area Jakarta, Prabowo menilai lebih baik tanggul ini dapat melindungi pula area pesisir utara Jawa.

“Karena masalah yang dihadapi bukan hanya Jakarta saja, tapi seluruh pantai utara Pulau Jawa dengan mengancam tanah-tanah yang subur. Kita perkirakan bisa 40% sawah, lahan bisa tenggelam kalau kita tidak segera melindungi,” paparnya.

Menanggapi rencana tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan pembangunan tanggul menunggu dari keputusan Presiden terpilih, Prabowo. Namun, pihaknya telah memiliki data mengenai kebutuhan tanggul yang akan dibuat.

“Ya nanti kalau sudah dengan presiden baru kan beliau harus memutuskan. Tapi kami sudah siap dengan datanya, batimetri kedalaman lautnya,” kata Basuki saat ditemui seusai Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta, Senin (9/9/2024).

Menteri Basuki membenarkan dengan giant sea wall ini dapat mencegah banjir rob masuk ke area pesisir utara Jawa, tetapi perbaikan sanitasi juga perlu dilakukan. Sebab, jika sanitasinya tidak bagus, fungsi tanggul justru terlihat seperti septic tank.

“Sanitasi. Supaya dia jangan jadi septic tank. Kan kalau sungai-sungai ke situ ditampung dengan ini kan jadi, kalau sanitasinya nggak bagus, kan jadi septic tank,” imbuhnya.

Sebelum dibangun giant sea wall, ada tahapan yang harus dilakukan, mulai dari menyediakan air dari Bendungan Jatiluhur dan dari Bendungan Karian, kurangi penggunaan air tanah berlebihan, serta memperbaiki sanitasi. Setelah itu, giant sea wall bisa dibangun.

Menteri Basuki mengungkapkan sebelumnya pihaknya telah membangun tanggul serupa untuk wilayah Tangerang sampai Bekasi. Proyek giant sea wall ini adalah NCICD (National Capital Integrated Coastal Development) atau giant sea wall Garuda.

“Kami kalau dari PU kan sudah ada NCICD dulu. Dari Tangerang. Jadi kalau giant sea wall-nya NCICD. Tahu NCICD kan? National Capital Integrated Coastal Development. Itu dulu yang giant sea wall-nya Garuda,” ucapnya.

Proyek giant sea wall Garuda ini merupakan hasil kolaborasi desain dengan negara Korea Selatan dan Belanda. Dengan nilai proyek pada saat itu Rp 90 triliun.

“Kami desainnya itu sudah dengan Korea dan Belanda. Dari Bekasi sampai Tangerang. Kira-kira Rp 90 triliun,” ungkapnya.

Proyek NCICD ini telah didukung  Presiden Joko Widodo yang dibangun untuk melindungi Jakarta dari banjir. Pada desainnya terdapat beberapa laguna untuk menampung air.

Proyek tersebut melibatkan Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Jakarta. Pembangunanya dibagi menjadi 3 fase a, b, dan c. Dengan target fase a tanggul dapat selesai pada 2027.▪︎[FEND]

Related Articles

Back to top button