Berita Utama

Kementerian PUPR Bangunan Rumah Risha Gempa Cianjur

▪︎CIANJUR-POSMONEWS.COM,-
Proyek pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) bagi korban gempa Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sudah dimulai. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, meninjau progres penanganan pascabencana gempa tersebut.

Kementerian PUPR juga memulai penyiapan lahan (land clearing) dan pembangunan rumah bagi warga yang akan direlokasi pascagempa. Bahkan membuka akses logistik dan mengirimkan bantuan sarana prasarana sanitasi dan air bersih membantu para pengungsi selama masa tanggap darurat.

Menteri Basuki menerangkan, sesuai dengan lahan yang disediakan Pemerintah Kabupaten Cianjur, pihaknya telah memulai pembersihan dan penyiapan lahan untuk hunian tetap bagi warga yang akan direlokasi.

“Untuk itu kami menugaskan PT Brantas Abipraya untuk segera bekerja, lokasinya di Cilaku sekitar 2,5 hektare dan Mande sekitar 30 hektare. Saat ini sedang dikerjakan 4 unit dari 200 unit Risha dengan struktur tahan gempa. Jumlah tenaga kerja yang dikerahkan mencapai 100 orang untuk percepatan,” ujar Basuki dalam keterangan reminya.

Menteri Basuki menambahkan, rumah tersebut akan dibangun dengan teknologi Risha yang telah terbukti berhasil membuat bangunan dua sekolah di Cianjur tetap kokoh berdiri pascagempa melanda. Stok yang tersedia saat ini sekitar 2.400 unit Risha dan akan dipasang seluruhnya di Cianjur dengan target tuntas sebelum Lebaran 2023.

“Kita akan mulai pengukuran dan penyiapan lahan di 30 hektare di Mande yang merupakan calon tempat tinggal bagi warga terdampak yang direlokasi. Warga ini semula tinggal di zona sabuk merah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap gempa dan gerakan tanah/longsor. Sangat berbahaya jika tetap tinggal di zona merah,” kata dia.

Sebelumnya, Kementerian PUPR telah menerjunkan tim khusus guna melakukan survei dan mendata jumlah rumah yang mengalami kerusakan akibat terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pendataan memanfaatkan inovasi teknologi informasi aplikasi Rumah Terdampak Bencana (Rutena).

“Seperti pengalaman sebelumnya pasca gempa Lombok tahun 2018, saya juga akan mengirimkan para Calon PNS muda Kementerian PUPR untuk bekerja membantu survei pendataan dan pembangunan hunian tetap berikut infrastruktur pendukungnya,” tuturnya.

Dalam proses pendataan ini, Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR juga melibatkan BNPB, Badan Geologi, BMKG, Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Cianjur, Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Program BSPS, relawan serta mahasiswa yang direkrut untuk mendata rumah. Mereka akan dilatih untuk menggunakan aplikasi Rutena terlebih dulu sebelum turun ke lapangan.

Tim tersebut mendata serta melakukan verifikasi rumah dengan menggunakan aplikasi Rutena atau Rumah Terdampak Bencana sehingga bisa diperoleh data jumlah yang perlu mendapat bantuan serta yang perlu direlokasi ke tempat yang aman.

Selain pembangunan rumah untuk relokasi warga terdampak gempa, Menteri Basuki mengatakan, Kementerian PUPR juga akan merehabilitasi beberapa bangunan publik, fasilitas sosial dan fasilitas umum yang rusak berat akibat gempa.

“Di antaranya Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, SMP Negeri 1 Cugenang & SMP 1 Cariu, 3 masjid besar di Cugenang, dan perumahan Komando Distrik Militer (Kodim) Cianjur. Sedangkan untuk rehabilitasi jalan ditargetkan terbuka semua pada Januari 2023,” tambah Menteri Basuki.
▪︎[FEND]

Related Articles

Back to top button