Berita

Tim Pemenangan Sam Tito Mengaku Kecewa Partai Golkar

▪︎Turunnya Rekom Partiai Golkar ke Kader Lain

▪︎MALANG – POSMONEWS.com,-
Kader DPD Partai Golkar Kabupaten Malang dan beberapa tim pemenangan Dwi Indrotitto Cahyono (Sam Tito) mengaku kecewa dengan keluarnya rekomendasi DPP Partai Golkar kepada kader partai lain dalam Pilkada 2024.

Joko Wiyono selaku Tim Pemenangan Sam Tito mengaku sangat kecewa dan sangat prihatin terkait terbitnya rekom dari DPP Partai Golkar pada Pilkada  2024, yang menurutnya kebijakan ini sangat mencederai perasaan kader.

“Kami sebagai tim, sangat kecewa. Katanya partai ini partai kader, tapi dengan kondisi seperti ini jangan disebut partai kader,” kata Joko.

Sebagai tim pemenangan, ia merasa tidak diorangkan karena apa yang sudah dilakukan dengan turun ke masyarakat dari kampung  ke kampung ke seluruh wilayah Kabupaten Malang dalam rangka menampung aspirasi hati masyarakat.

“Dan kami berjalan sesuai dengan surat tugas yang dikeluarkan oleh DPP Partai Golkar kepada Dwi Indrotitto Cahyono secara sah,” ucapnya.

Namun kenyataannya lain, ternyata yang nendapatkan rekom justru non kader. Andai yang menerima rekom Sam Tito, mungkin kami masih bisa menerima.

“Partai Golkar ini kan diisi oleh orang-orang intelektual, tapi kalau seperti ini tidak salah kalau ada yang mengatakan bahwa partai ini partai transaksional,” ujarnya.

Ungkapan yang sama dikatakan Heru Purnomo yang juga ketua tim pemenangan Sam Tiro mengaku pada awalnya sangat bangga pada rekrutmen pilihan langsung dengan sistem partai, yang seharusnya partai itu sebuah wadah yang sangat dihargai oleh siapapun karena sangat diperkuat oleh undang-undang, sebagaimana amanat surat tugas yang di di berikan pada Dwi Indrotito Cahyono.

“Tapi kenyataannya, dulu partai Golkar dengan lambang pohon beringin itu bisa mengayomi, ternyata pada hari ini kita sangat kecewa,” tegasnya.

Menurut Heru, partai Golkar ini dikenal baik dari pusat, provinsi maupun kota/kabupaten adalah tempat berkumpulnya kaum intelektual politik dan tempatnya berstrategi yang sangat hebat serta tempatnya mengatur sebuah kebijakan pemerintah.

“Tapi fakta menjelaskan partai Golkar sama dengan partai-partai lainnya yang sebelumnya yang jauh dari AD/ART. Partai yang tidak lagi memilih pemimpin tidak dari kadernya,” terangnya.

Heru pun menduga untuk rekom ini, ada transaksional kepada partai Golkar. karena ada kader terhebat kok tidak laku.

“Ini yang kecewa bukan hanya kader, tapi seluruh tim pemenangaan serta masyarakat yang sudah cinta kepada Sam Tito. Dan itu bisa diuji,” urainya.

Sementara itu., Edi Susilo salah satu Kader Golkar Kabupaten Malang menghimbau kepada masyarakat untuk mengambil langkah golput. Karena tidak artinya lagi untuk memilih.

“Karena yang seharusnya mendapatkan rekom dan mendaftar ke KPU adalah orang-orang yang popularitasnya jelas. Siapa yang tidak kenal Sam Tito. Tapi yang mendapat rekom justru orang yang belum muncul sama sekali,” ungkapnya.▪︎(AHM/Dwi)
#https://posmonews.com

Related Articles

Back to top button