Berita Utama

Dinas PUPR Kediri Optimistis Jembatan Jongbiru Rampung

▪︎KEDIRI – POSMONEWS.com,-
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus kebut pembangunan Jembatan Jongbiru. Hingga kemarin, pekerja proyek berupaya menyelesaikan bangunan sisi Utara.

Sedangkan kendala yang mereka hadapi, debit Sungai Brantas belum menunjukkan tanda-tanda akan turun.

Meski ada hambatan teknis terkait debit air sungai, Dinas PUPR tetap optimistis dijadwalkan penyelesaian Jembatan Jongbiru Juni mendatang.

“Targetnya pertengahan Juni sudah selesai. Semoga saja cuaca mendukung,” ungkap Kepala Dinas PUPR, Irwan Chandra Wahyu Purnama.

Agar pekerjaan jembatan bisa terus dikebut, pelaksana proyek telah melakukan berbagai upaya untuk mempercepat pekerjaan. Di antaranya adalah membendung Sungai Brantas. Hal itu perlu dilakukan agar tidak mengganggu pemasangan pilar di sisi Desa Jabon, Kecamatan Banyakan.

Tidak hanya itu, kontraktor proyek pun melakukan penambahan diesel yang difungsikan untuk menguras air sungai. Semula ada 11 mesin pompa, kini ditambah menjadi 15 mesin.

“Semuanya dilakukan untuk mempercepat pengurasan air di lokasi tempat pilar yang akan dipasang. Tepatnya di sisi Jabon,” terang Irwan.

Selain itu, PUPR juga berkoordinasi dengan Bendung Gerak Waru Turi untuk melakukan buka tutup pintu air.

Menurut Irwan, cuaca sangat memengaruhi proses pekerjaan Jembatan. Jika pada Mei mendatang sudah kemarau maka pekerjaan bisa diselesaikan sesuai target.

Seperti yang diberitakan, proyek pembangunan Jembatan Jongbiru dikerjakan oleh PT Dwi Mulyo Lestari. Anggaran proyek multiyears tersebut mencapai Rp 25,46 miliar.

Jembatan sepanjang 133,94 meter itu dibangun dengan lebar sembilan meter. Material jembatan menggunakan rangka baja. Sama dengan Jembatan Wijaya Kusuma di Ngadiluwih.

Operasional Jembatan Jongbiru ini nantinya tidak hanya akan menghubungkan Kota dan Kabupaten Kediri yang selama ini terputus. Melainkan, juga bisa mengurai kemacetan yang terjadi di perempatan Semampir dan jalan Mrican.

Seperti diberitakan pembangunan Jembatan Jongbiru di Kecamatan Gampengrejo dijadwalkan selesai Mei 2024, rupanya mengalami keterlambatan dan diperkirakan baru akan selesai pada pertengahan Juni mendatang.

Keterlambatan ini disebabkan hal teknis yakni  naiknya air sungai Brantas yang sering terjadi. Bahkan, untuk mengatasi hal ini, diperlukan 15 mesin pompa diesel agar konstruksi bangunan kaki jembatan dapat dilakukan dalam keadaan kering dan mempercepat proses penguatan, terutama di sisi utara bagian barat.

“Mengatasi masalah teknis  ini memerlukan waktu, dan perkiraan penyelesaian akhir pembangunan adalah pertengahan Juni mendatang,” ujarnya kemarin.

Keterlambatan pembangunan Jembatan Jongbiru mendapat sorotan dari DPRD Kabupaten Kediri.

Ketua DPRD Kabupaten Kediri,
Dodi Purwanto, menyatakan bahwa awalnya jembatan ini dijadwalkan selesai pada awal Mei 2024, dengan dimulainya pengerjaan pada 23 Mei 2023. Hal ini memerlukan evaluasi.

“Seharusnya tidak boleh terlambat dan harus sesuai jadwal. Setiap bulan selama proses pembangunan harus ada kemajuan. Oleh karena itu, monitoring dan evaluasi perlu dilakukan agar progres pembangunan dapat selesai tepat waktu dan dapat difungsikan dengan baik,” katanya.

Dodi berharap Pemerintah Kabupaten Kediri akan memantau perkembangan pembangunan Jembatan Jongbiru meskipun dibiayai oleh Kementerian PUPR RI, sehingga dapat mengetahui kendala-kendala yang dihadapi.

“Saya kira semua pihak perlu memberikan perhatian agar percepatan pembangunan dapat selesai sesuai waktu yang ditentukan,” tambahnya.▪︎[FEND]

Related Articles

Back to top button