Proyek Bendungan Bener Ditargetkan Rampung 2024

▪︎Habiskan Dana Rp 2,06 Triliun
▪︎JATENG – POSMONEWS.COM,-
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menargetkan pembangunan Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, rampung Desember 2024.
Menteri Basuki menyatakan, progres konstruksi bendungan yang dibangun sejak Oktober 2018 ini ditargetkan selesai pada akhir Desember 2024.
Menteri Basuki mengingatkan para kontraktor dan konsultan pengawas untuk terus meningkatkan kualitas pekerjaan mulai dari desain hingga pelaksanaan.
“Perhatikan aspek kualitas dan keberlanjutan lingkungan. Tolong dievaluasi desain engineering dan arsitekturnya, sehingga tidak ada desain yang berlebihan (overdesign). Pekerjaannya yang rapi, sisa material ditata baik,” kata Menteri Basuki dikutip dari akun Instagram resmi Kementerian PUPR.
Menteri Basuki mengatakan, Bendungan Bener merupakan bendungan multifungsi yang memiliki banyak manfaat di antaranya untuk mengairi lahan irigasi seluas 15.519 hektare.
Selain itu, bendungan tersebut juga dapat menyuplai air baku untuk keperluan rumah tangga, kota dan industri sebesar 1.500 liter per detik ke 3 kabupaten, yakni Purworejo, Kebumen dan Kulon Progo, termasuk Bandara YIA.
Bendungan ini juga mempunyai potensi menyuplai energi listrik sebesar 10 MW dan mereduksi debit banjir dari 584 m3/detik menjadi 178 m3 per detik pada debit banjir kala ulang 25 tahun (Q25). Selain itu, fungsi lainnya seperti perikanan, pariwisata dan konservasi DAS Bogowonto di bagian hulu.
Bendungan Bener termasuk dalam salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020. Bendungan itu dibangun dengan total nilai investasi Rp 2,06 triliun yang bersumber dari APBN.
Sementara itu, Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR, Djarot Widyoko, menjelaskan bahwa progres pengerjaan Bendungan Bener sempat terhambat dengan beberapa permasalahan dan agenda yang menyakut proyek tersebut yang meliputi proses pembebasan lahan untuk bendungan maupun pembebasan lahan yang akan diambil quarry atau batu andesitnya.
Lebih lanjut, Djarot menjelaskan pembebasan lahan terdampak maindam 176 Bidang di Desa Guntur. Pelaksanaan pembuatan jalan akses pengambilan quarry atau batuan andesit dari Desa Wadas Kec. Bener menuju area Bendungan Bener dan penyelesaian tahap akhir pembayaran UGR lahan quarry di Desa Wadas untuk warga Dusun Randuparang Desa Wadas, Kecamatan Bener.
Bendungan Bener adalah sebuah proyek bendungan bertipe urugan batu yang dibangun di Desa Guntur, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
▪︎Sejarah:
Pembangunan Bendungan Bener telah direncanakan setidaknya pada 2011. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 27 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Tahun 2011—2031.
Bendungan tersebut rencananya akan menggenangi sebagian wilayah Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo dan sebagian wilayah Kabupaten Wonosobo. Pembangunan Bendungan Bener masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
▪︎Pembangunan:
Pada 2015, dilakukan penelitian terhadap kandungan dalam bukit di Desa Wadas yang akan dijadikan material pembangunan bendungan.
Penelitian tersebut dilakukan dengan mengebor tanah sedalam 50 hingga 75 meter di tujuh titik pengeboran. Sampel tanah yang diambil dari pengeboran tersebut kemudian diuji di laboratorium.
Pembangunan Bendungan Bener dimulai pada tahun 2017 dan direncanakan akan rampung pada tahun 2024. Biaya sebesar Rp 2,03 triliun dari sumber dana APBN dan APBD digunakan untuk membangun bendungan ini. Proyek tersebut dikerjakan PT Brantas Abipraya, PT Waskita Karya, dan PT Pembangunan Perumahan ditunjuk sebagai kontraktor pembangunan.
▪︎Fungsi:
Bendungan Bener memiliki fungsi utama untuk sarana irigasi dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Selain itu juga berfungsi sebagai sarana budidaya perikanan air tawar, sarana olahraga air, sarana rekreasi, dan lain sebagainya.
Bendungan ini difungsikan sebagai pusat pengairan untuk mengairi daerah irigasi sedikitnya seluas 15.519 hektare di Kabupaten Purworejo. Kemudian, sumber pemenuhan air baku untuk masyarakat sekitar 1.500 liter/detik, pembangkit listrik untuk Kabupaten Purworejo sekitar 6 Mega Watt, mengurangi potensi banjir untuk Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Kulon Progo di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan nilai reduksi banjir 8,73 juta meter kubik, serta potensi pengembangan pariwisata yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.▪︎[FEND]


