Berita

Silaturahmi Keturunan Prabu Brawijaya V di Banyumas

▪︎ BANYUMAS – POSMONEWS.com,-
Ternyata di daerah Banyumas ada trah (keturunan) Raja Majapahit. Mereka yang merupakan buyut Eyang R. Tirtawikrama (keturunan ke-13 Prabu Brawijaya V) itu, menyelenggarakan Silaturahmi dan Hahal Bihalal Idul Fitri 1447 H di GOR Desa Tumiyang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (22/3/2026). Mengusung tema “Kuatkan Silaturahmi, Teguhkan Iman dan Takwa”.

Menurut surat kekancingan asal usul dari Keraton Yogyakarta tertanggal 13 Desember 1949 menyebutkan silsilah keluarga Eyang Buyut R. Tirtawikrama.

Pada surat yang tertulis beraksara Jawa ini dicantumkan urut-urutan keturunan : Prabu Brawijaya V – RT Gajah Pramana – R. Karung Landeyan – KH Musahar – KH Kemiri – Kyai Wiramenggala – RA Wiramenggala – RT Sawunggaling/RT Natanegara – R. Mangunsari – RT Gajah Pramana – R. Jaya Taruna – R. Mertadinangga/R. Suradinangga – R. Kertadikrama/R. Dipatirta – R. Tirtawikrama.

R. Tirtawikrama mempunyai 10 anak, yaitu : R. Ng. Sidah, R. Dartim Reksowirejo, R. Ng. Sartiyem, R. Nadi Wiriodihardjo, R. Wiriosutardjo, R. Ng. Hj. Siyah, R. Ng. Citem/R. Ng. Sutjirah, R. Ahmadirdjo, R. Kadir Cokrosutirto, dan R. H. Imam Mardjuki. Para cucu dari kesepuluh mbah/eyang tersebut beserta anak, cucu, dan buyut hadir dan berkumpul untuk silaturahmi, halal bihalal sekaligus reuni keluarga.

Ketua panitia pelaksana silaturahmi dan halal bihalal, Drs. R. Riyadi mengatakan, acara tersebut bertujuan untuk merekatkan tali silaturahmi, merajut persaudaraan, dan tentunya bisa saling memaafkan pada moment Idul Fitri.

“Alhamdulillah acara ini dihadiri oleh sekitar 300 orang. Semoga bisa menjadi media dan sarana untuk saling mengenal sebagai sesama saudara,”katanya.

Disebutkan, acara tersebut adalah kali yang kedua, setelah 22 tahun yang lalu. Acara yang sama sebelumnya pernah diselenggarakan pada tanggal 18 November 2004. Ketika itu, diselenggarakan di Balai Desa Tumiyang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Dihadiri oleh para keturunan Eyang R. Tirtawikrama yang tersebut dari seluruh penjuru tanah air.

Romo KH. Muthohar, S.Pd.I dalam tausyiah Hikmah Silaturahmi dan Halal Bihalal menyebutkan bahwa kegiatan ini sangatlah baik, dan bernilai ibadah. Selain bermanfaat secara di dunia dan akhirat, juga bisa meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT.

“Isi dari kegiatan ini insya Allah sudah sesuai dengan tema dan sudah mencapai tujuan yang diharapkan. Alhamdulillah,”ujarnya.

Moment yang sangat menarik yaitu pada saat ramah tamah dengan mengenalkan satu persatu yang hadir dari masing-masing mbah/eyang. Sebab, saking banyaknya anggota keluarga dan selalu bertambah serta jarang bertemu menyebabkan mereka kurang saling mengenal. Dengan disebutkan nama dan jatidirinya, akhirnya mereka menjadi lebih akrab dan bisa terjalin persaudaraan yang lebih dekat dan kuat.

Bagaimana kisah terbitnya surat kekancingan asal usul keturunan Raja Majapahit, Prabu Brawijaya V ? Yang memberikan surat tersebut adalah Penguasa Dalem, Ngarsa Dalem, Sampeyan Dalem, Ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan, Kawedanan Ageng Sriwandana, di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Diberikan kepada R. Rushadi yang saat itu berumur 20 tahun, menjadi murid di SPMT, beralamat di Bumijaya Lor 17 Yogyakarta.

Disebutkan sebagai keturunan Raja Majapahit, Prabu Brawijaya V. Di balik surat kekancingan tersebut tertera jelas silsilah yang menunjukkan bahwa R. Tirtawikrama masih keturunan ke-13 Prabu Brawijaya V.

Bagaimana surat kekancingan itu diberikan kepada R. Rushadi pada tahun 1949 ? Rushadi memperoleh surat kekancingan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Keraton Ngayogyakarta tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ia mempertangungjawabkannya melalui semacam ujian dan tanya jawab yang dilakukan oleh Pembesar Keraton Ngayogyakarta.

Karena kejujuran dan kebenaran yang disampaikan oleh R. Rushadi yang kala itu masih menjadi murid SPMT di Yogyakarta, maka keluarlah surat kekancingan asal usul dari Pemerintah Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Ternyata, ada keturunan Raja Majapahit, Prabu Brawijaya V di wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.▪︎(Koes)

Related Articles

Back to top button