Rampung, Pembangunan Jembatan Glidik Lumajang

▪︎LUMAJANG-POSMONEWS.COM,-
Jembatan Kali Glidik II, penghubung Kabupaten Lumajang – Kabupaten Malang akhirnya selesai dibangun dan sudah dibuka Rabu (1/11/2023), mobilitas masyarakat pun kembali normal.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang, Nugraha Yudha Mudiarto, mengatakan bahwa masyarakat telah bisa menggunakan jembatan penghubung Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang dengan lancar.
Dirinya juga berharap aktivitas masyarakat yang selama ini terkendala akses jembatan bisa kembali normal.
“Tanggal 2 November 2023 sudah bisa dilewati normal, tentunya ini merupakan jembatan yang sangat bermanfaat, apalagi jembatan ini penghubung dua kabupaten, yaitu Lumajang dan Malang,” kata dia.
Selain itu, dikatakan Yudha, bahwa jembatan dengan panjang 45 Meter tersebut dibangun oleh Tim Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa – Bali Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Jawa Timur.
Diketahui, Jembatan Glidik 2 rusak akibat terjangan lahar dingin semeru pada 7 Juli 2023 lalu. Proses pengerjaan jembatan tersebut lumayan cepat, bahkan selesai sebelum target yang ditetapkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Basuki Hadimuljono yaitu 4 bulan.
Jembatan penghubung Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang yang putus diterjang banjir lahar dingin Gunung Semeru pada 7 Juli 2023 lalu, kini telah selesai dikerjakan. Hal itu disampaikan David Rachmat Prabowo, selaku PPK Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali, Kementrian PUPR, usai menggelar rakor persiapan pembukaan Jembatan Glidik 2, di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo Lumajang, bersama sejumlah perwakilan dari Satlantas, Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum, Kabupaten Lumajang dan Malang, Rabu (1/11).
“Alhamdullilah proses pembangunan Jembatan Kali Glidik 2 sudah mencapai 99,99 persen. Sehingga hanya menyisakan pekerjaan minor-minor seperti pengecatan ulang sedikit dan beberapa pengecoran di bahu jalan,” ujar David
“Jembata Glidik 2 ini menggunakan rangka baja kelas 2a, dengan panjang bentang 45 meter, lebar jembatan sembilan meter sendiri dan lebar aspal delapan meter. Sedangkan tinggi jembatan masing-masing sisi ditambah 3,5 meter, untuk menghindari terjangan aliran lahar semeru selanjutnya,” imbuhnya.
Selanjutnya, jembatan akan dibuka secepatnya jika proses pengerjaan minor seperti pengecatan ulang dan pengecoran bahu jalan serta pembuatan marka jalan selesai dikerjakan.
Sementara itu, rencana pembukaan Jembatan Glidik 2 ini langsung disambut baik oleh warga. Sebab, selama ini mereka harus melalui jalur alternatif yang cukup berbahaya akibat jalan menanjak dan licin. Bahkan, mereka juga harus melalui jalur Probolinggo jika hendak ke Malang atau ke Lumajang.
▪︎[FEND]


