Festival Seni Santri 2022, Cara Lesbumi Uri-uri Kearifan Lokal
▪︎SIDOARJO-POSMONEWS.COM,-
Islam masuk di Indonesia, khususnya di Jawa, yakni melalui pintu local wisdom (kearifan lokal), yang berkembang dari tradisi yang ada, seni kerakyatan maupun keluhuran budayanya. Sehingga kegiatan “Festival Seni Santri 2022” yang digelar PW Lesbumi NU Jatim di Alun-alun Sidoarjo tanggal 18-28 Maret 2022, yang mengangkat budaya dan seni santri di Jatim ini, perlu didukung dan diapresiasi oleh semua pihak.
Ini dikatakan Tim Advokasi Sekretaris LPBH PWNU Jatim Moch. Ilham, SHI., S.Pd., MHI., kepada Posmonews tadi lagi.
Kegiatan “Festival Seni Santri Lesbumi 2022” itu sendiri, juga dalam rangka Harlah ke-60 Lesbumi dan Harlah ke-99 NU ini.
Tiap malam, di panggung utama, tampil sejumlah kesenian tradisi dari berbagai kota di Jatim. “Ini adalah cara Lesbumi nguri-nguri budaya, kearifan lokal, yang kini sedang ditampilkan ke permukaan, agar masyarakat tahu kekayaan budaya yang luar biasa, tak hanya Jawa Timur tapi juga Nusantara,” paparnya.
Gus Ilham menambahkan, saat ini ada tiga hal yang membahayakan keutuhan bangsa. “Yakni pertama, murid tidak taat kepada guru, kedua anak tidak patuh terhadap orang tua, dan ketiga umat dijauhkan dari tokoh agamanya, ” amat Gus Ilham yang tinggal di Pagesangan Timur Tol Surabaya ini.
Ketiga hal ini, menurut Gus Ilham yang juga aktif jadi tutor di beberapa Organisasi Advokat ini, adalah hal yang bisa menghilangkan kearifan lokal dan keutuhan bangsa. “Maka dengan kegiatan Lesbumi yang menampilkan seni tradisi nahdliyin seperti ini, sangat diperlukan dan saya sangat mendukung,” ujar Sarjana S-2 ini.
Ditambahkan Gus Ilham, Islam di Indonesia masuk juga dari budaya lokalnya. “Misalnya, dulu Wali Sogo menyebarkan Islam melalui gamelannya, terus di Jatim melalui seni kentrung atau pencak dor, seperti yang ditampilkan PW Lesbumi NU Jatim saat ini, nah ini semua menunjukkan kekayaan yang dimiliki budaya kita, tak hanya Jawa tapi juga Indonesia, sangat luar biasa, ” katanya.
Seni Islami tradisional di kalangan nahdliyin ini, lanjut Gus Ilham, adalah wilayah garapan Lesbumi. “Islam di Indonesia menjadi sangat kuat karena mengakar dan terjadi akulturasi dengan budaya lokal, misalnya Shalawatan melalui media seni tradisi seperti pencak dor, kentrung, juga lahir lagu-lagu tradisional seperti Ilir-ilir, Tombo Ati dan banyak lagi, acara ini memberi kesempatan dan ruang ,apresiasi bagi budaya lokal, kearifan lokal, tentang seni tradisi Islami di kalangan umat,” katanya.
Ia yakin anak-anak muda sekarang tidak kenal dan tidak tahu seni tradisi seperti ini. ‘Karena itu saya dukung PW Lesbumi NU Jatim menggelar Festival Seni Santri 2022 ini, kalau bisa dibuat tour ke Jatim ” jelas lelaki kelahiran Surabaya, 21 Juni 1979 ini.
Gus Ilham sendiri, selain aktif di PW Lesbumi NU Jatim sebagai Tim Advokasi
Sekretaris LPBH PWNU Jatim.
Ia juga pernah menjabat Sekretaris LTN PWNU Jatim Sekreatis LPBH PWNU Jatim, Direktur Eksekutif LBH DPP PETANESIA, Wakil Sekretaris Komisi Hukum MUI Jatim.
Selain itu, ia juga pernah menjabat Koordinator Advokasi HPN Kota Surabaya, Advokasi DMI Kota Surabaya, Legal Konsultan (Legal Office) di beberapa PT dan banyak lagi.**(dah)
