Berita Utama

BERPIKIR POSITIF (POSITIVE THINGKING)

• Oleh : Gus Muhammad (GM) alias Drs. H. Muhammad Basis, MBA, M.Ri.

Rasulullah SAW perintahkan kita husnudhon atas dua hal :
1. Husnudhon pada Allah SWT dan pada sesama manusia (bahkan husnudhon pada selain manusia, misalnya, pada malaikat2 dan hewan2) .

2. Syech Abdul Qadir Jaelani RA (AQJ), seorang waliullah terbesar sepanjang zaman, pernah di-su-udhoni (diprasangka buruk) oleh seorang anak muda yang bertamu ke rumah beliau.

Anak muda tsb saat masuk halaman rumah Syech AQJ melewati kandang kuda milik Syech AQJ yang berisi 40 ekor kuda2 yang bagus2-mahal2 banget harganya, dan dia membatin ngomel:

“Ini bagaimana, Syech AQJ katanya wali Allah besar, kok hubbud-dunya (cinta dunia) banget ? Wali kok tak konsekwen dan tak konsisten? Wali kok pelihara kuda2 yang mahal2 banget harganya. Itu kan kemewahan dunia yang melampaui batas ? Wali apa-an tuh ?”

Hingga suatu saat, si anak muda tsb sakit sangat parah ! Dan, dia hanya berhasil disembuhkan oleh Syech AQJ “dengan racikan hati dari 40 ekor kuda2 Syech AQJ tsb (dengan menyembelih 40 ekor kuda tsb–dan diambil hati-hati-nya untuk diberikan pada si anak muda sebagai obat).”

Nabi Nuh AS pernah berprasangka tidak baik “(su-udhon)” pada seekor anjing yang sakit2an dan matanya hanya satu. Nabi Nuh langsung dimarahi Allah SWT melalui malaikat Jibril AS.

Nabi Isa AS pernah berjalan bareng2 dengan para sahabat/pengikutnya. Kemudian, rombongan Nabi Isa tsb menjumpai bangkai binatang yang sangat berbau busuk dan banyak ulat-belatungnya.

Masing2 pengikut Nabi Isa pada ramai2 meludah karena jijik, sambil mengumpat-umpat tak karuan pada bangkai, karena merasa jijik dan marah pada bangkai busuk tsb.

Nabi Isa AS kemudian bersabda kepada para pengikutnya : “Kalian jangan BERPRASANGKA BURUK dulu pada bangkai itu ! Hewan tsb menjadi bangkai adalah atas kehendak Allah ! Jika kalian berprasangka buruk pada bangkai itu, kalian hakekatnya sedang jijik dan mual pada Allah !. Mengapa TIDAK MELIHAT GIGI hewan itu ? Gigi hewan itu kan masih putih, masih bagus dan masih bisa dimanfaatkan oleh kalian ?”

Para pengikut Nabi Isa AS sontak kaget, mohon maaf ke Nabi Isa AS dan langsung mohon ampun pada Allah SWT.

Husnudhon adalah bagaimana kita berupaya hanya mengambil sisi2 positif atas hal apapun yang kita lihat, atau kita pikirkan.

Husnudhon adalah kita “JANGAN” hanya melihat seseorang hanya dari sisi negatifnya saja. Semua, hanya dilihat negatif2 dan sisi buruk2nya.

Semua yang kita lihat dan terlihat baik, atau semua yang kita lihat dan terlihat buruk, semua ada dalam wilayah iradah (kehendak), quwwah (kuasa) dan qadha-qadar serta taqdir Allah SWT.

Kenapa Allah ciptakan tanaman ganja, tanaman yang jadi sabu dan sejenisnya atau Dia ciptakan ular kobra (yang sekali gigit orang bisa almarhum) atau Allah ciotakan ribuan jenis racun dan lain sebagainya, di samping Allah ciptakan mahakarya2 lain yang baik2, semua ada dalam iradah, quwwah, qadha, qadar dan taqdir Allah SWT.

Su-udzon (prasangka buruk) sangat biasa terjadi di : murid ke guru spiritualnya, suami pada istrinya dan sebaliknya, anak2 ke orang tua, antar teman & terjadi di siapapun.

Husnudhon (prasangka baik) dan berpikir positif akan datangkan kenyamanan, ketenangan, ketenteraman, keademan, kesembuhan dan energi sangat positif yang luar biasa.

Su-udhon (prasangka buruk) hanya akan datangkan berbagai penyakit, kegelisahan, kegalauan, ketidaktenangan, ketidak-nyamanan, keresahan, insomnia, stres bahkan depresi.

Siapapun yang sedang su-udzon, hakekatnya, ia sedang memanggang dirinya dalam api yang akan membakar dirinya + sedang siapkan tempat2 di dirinya untuk tumbuh-suburnya berbagai penyakit (fisik & psikis), baik penyakit2 berat atau ringan.

Su-udzon hakekatnya adalah media dan tempat tercanggih dalam diri manusia, untuk barak penampungan para iblis, syetan, jin, siluman dan sejenisnya dalam diri manusia.

Mari, kita sama2 belajar ber-husnudhon dan berpikir positif (positive thingking), terutama, kepada : Allah, Nabi, orang tua dan guru2 kita ?***

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button