Berita

Pawai Budaya Miftahul Huda: Upaya Pelestarian Tradisi

▪︎Dalam Perayaan HARLAH

▪︎MALANG – POSMONEWS.com,-
Lembaga Pendidikan Miftahul Huda di Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, menggelar pawai budaya dalam rangka memperingati Hari Lahir (HARLAH) lembaga tersebut, Senin, 27 Januari 2025.

Puluhan siswa-siswi dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari RA hingga SMK, turut berpartisipasi dalam acara ini. Didukung oleh para wali murid, dewan guru, serta masyarakat setempat, pawai budaya ini menjadi wujud nyata rasa syukur sekaligus sarana pelestarian tradisi leluhur.

Kegiatan yang meriah ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Desa Druju, H. Mujiono, S.Pd., yang hadir bersama jajaran perangkat desa.

Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa pawai budaya semacam ini sangat penting untuk memperkenalkan dan menjaga kelestarian tradisi warisan leluhur.

“Pemerintah Desa Druju sangat mendukung kegiatan pawai budaya ini. Perayaan HARLAH menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda, sekaligus memastikan tradisi ini tetap hidup dan terjaga dari generasi ke generasi,” ujar H. Mujiono saat diwawancarai.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pelestarian tradisi adalah tanggung jawab bersama, baik pemerintah, lembaga pendidikan, maupun masyarakat, demi menjaga identitas budaya yang menjadi bagian penting dari jati diri bangsa.

Kepala Sekolah Lembaga Pendidikan Miftahul Huda, H. Munir, S.Pd., juga menekankan pentingnya acara ini sebagai bentuk penghormatan terhadap adat istiadat Jawa dan pelestarian nilai-nilai budaya.

“Kegiatan seperti ini bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah bentuk komitmen untuk melestarikan tradisi yang diwariskan oleh leluhur kita. Tradisi ini harus tetap dijaga agar tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi juga bagian penting dari identitas generasi muda saat ini,” ujar H. Munir.

Ia juga menyampaikan harapannya agar pawai budaya dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan menjadi tradisi yang melekat di Desa Druju. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk mengenalkan nilai-nilai budaya kepada siswa dan masyarakat,” tambahnya.

Pawai budaya ini menjadi ajang unjuk rasa kreativitas siswa, yang mengenakan kostum tradisional serta menampilkan berbagai atraksi budaya. Iring-iringan pawai yang meriah tak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi simbol kekompakan antara lembaga pendidikan, pemerintah desa, dan masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong, yang terlihat dari antusiasme para peserta dan dukungan penuh masyarakat. Dari sisi pendidikan, pawai ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung tentang pentingnya menjaga tradisi dan menghormati warisan leluhur.

Kesuksesan pawai budaya ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dan lembaga pendidikan lainnya untuk terus melestarikan tradisi budaya. Dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, guru, siswa, maupun masyarakat, sangat diperlukan agar tradisi ini tetap hidup dan relevan di tengah arus modernisasi.

“Pawai budaya seperti ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur yang penuh makna. Kami berharap acara ini terus dilanjutkan dan menjadi bagian dari sejarah Desa Druju,” pungkas H. Munir.

Dengan semangat menjaga tradisi dan nilai-nilai budaya, Lembaga Pendidikan Miftahul Huda telah menunjukkan komitmennya sebagai pelopor pelestarian budaya lokal. Pawai budaya ini bukan hanya mencerminkan keberagaman tradisi, tetapi juga menjadi bukti bahwa warisan budaya dapat terus hidup jika dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat.▪︎[AHM/Dwi]

Related Articles

Back to top button