Peringatan Hari Disabilitas Internasional, Gerkatin, APINDO dan Gapensi Tandatangani MoU
▪︎MALANG – POSMONEWS.COM,-
Gerakan untuk kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Kabupaten Malang mengandeng Asosiasi Pengusaha Indonesia (APiNDO) dan Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) menandatangani perjanjian kerjasama (MoU) di Hotel Grand Miami, Jalan Jatirejoyoso No1, Kota Kepanjen, Rabu (13/12/2023).
Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M hadir menyaksikan proses Penandatangan Perjanjian Kerjasama (MoU) antara Gerkatin dengan Apindo dan Gapensi.
”Semoga terlaksananya penandatanganan kerja sama antara Gerakan Kesejahteraan untuk Tuna Rungu Indonesia (GERKATIN) dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Kabupaten Malang ini, dapat menjembatani upaya percepatan pembangunan infrastruktur yang inklusif di wilayah Kabupaten Malang,” harap Bupati Malang.
Beliau menyebut disabilitas bukanlah suatu hambatan untuk meraih mimpi, sehingga kontribusinya dalam pembangunan masyarakat di Kabupaten Malang, sangatlah berharga. Sebagaimana implementasi dari program Gender Equality & Social Inclusion in Infrastrukture atau GESIT yang diinisiasi oleh Kemitraan Indonesia – Australia untuk Infrastruktur (KIAT).
”Maka melalui penandatanganan MoU ini, saya berharap agar para perusahaan dapat memberikan kesempatan penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan yang layak,” ucapnya.
Menurutnya perjanjian ini bukan hanya kesepakatan di atas kertas, namun sebuah komitmen nyata untuk membantu kesetaraan, kesempatan dan aksesibilitas masyarakat penyandang disabilitas di Kabupaten Malang.
“Melalui penandatanganan MoU ini pula, berharap akan terbentuk sinergi yang kuat antara sektor publik, swasta dan masyarakat sipil dalam memberikan kesempatan kerja, pelatihan dan pemberdayaan ekonomi bagi yang memiliki keterbatasan,” jelas Bupati Malang.
Di tempat yang sama, Kartika Sari Nawangwulan, perwakilan dari PT. Sumber Alfaria Trijaya TBK mengatakan memang perusahaan ada target 1 persen untuk karyawan khusus disabilitas. Dan saat ini sudah ada kurang lebih hampir 40 orang itu yang sudah bekerja di Alfamart.
“Mungkin kita bisa lebih banyak merekrut karyawan disabilitas, karena perusahaan kita juga memberi kesempatan dan peluang kepada seluruh karyawan disabilitas tidak hanya untuk hanya bekerja tapi juga berkarir,” ucap Wulan.
Roni dari perusahaan rokok Cakra juga menyambut baik atas kegiatan ini yang merupakan sinkronisasi antara pemerintah daerah dan organisasi baik perwakilan organisasi disabilitas serta perwakilan pengusaha.
“Kita berharap di Kabupaten Malang secara khusus ini terbentuk suatu hubungan kerja dan dunia kerja yang resmi,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua penyelenggara Yetty Setyowati mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil dan rekomendasi pengembangan database Tenaga kerja penyandang disabilitas di Kabupaten Malang sekaligus mengkampanyekan eksistensi para penyandang disabilitas di pasar tenaga kerja.
Turut hadir pada kegiatan ini Andrey Damaledo (Gesit Jakarta), Colleen Mc Ginn, PhD (Deputy Director, Gedsi Kiat dari Australia), sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, Camat dan Forkopimcam Kepanjen, Ketua dan Pengurus DPC Gerkatin Kabupaten Malang, Ketua dan Pengurus Apindo dan Gapensi Kabupaten Malang, para perwakilan Organisasi Penyandang Disabilitas, Pertuni, HWDI, DMI, Linksos dan Omah Gembira.▪︎(Dwi/AHM)
