Pagelaran Wayang Kulit Hadirkan Dalang Cilik di Gedung DPRD Kota Malang
▪︎Membawakan Lakon Gatotkaca Jago
▪︎MALANG-POSMONEWS.COM,-
Pagelaran kesenian wayang kulit dengan dalang cilik Panji Agung Nusantara, siswa dari SMPN 4 Kota Malang dengan lakon Gatotkaca Jago digelar di gedung DPRD Kota Malang pada Sabtu (2/9/2023) malam
Pada gelaran wayang kulit di hadiri oleh ketua DPRD Kota Malang I made Rian Diana Kartika serta Direktur Perumda Tugu Tirta Kota Malang M. Nor Muhlas, Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Kota Malang Dr Pancayani Dinihari, Perwakilan dari Universitas Tribuana Tungga Dewi dan tokoh budayawan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada semua elemen yang telah membantu untuk terlaksananya acara budaya ini, dari lakon yang di bawakan dalang kali ini adalah mengambil lakon Gatotkaca Jago, filosofinya dalam lakon Gatotkaca Jago adalah sebuah sosok jago yang nantinya bisa menggambarkan sosok yang bisa memperkokoh atau mencerminkan kota Malang ini,” ucap ketua panitia Yuni Ektanta.
Yuni yang juga Ketua IWOI (Ikatan Wartawan Online Indonesia) Malang Raya ini menggambarkan seperti ketua DPRD yang telah berbuat tanpa pamrih karya nya di Kota Malang, dirinya bisa sebagai contoh sosok jago yang bisa mempersatukan dan menjaga kota Malang ini.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika mengatakan bahwa pagelaran ini adalah sebagai upaya juga sebagai apresiasi bagi prestasi dalang cilik atau dalang kota Malang yang mempunyai prestasi baik itu dalang nya juga penabuh gamelannya.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang sudah melaksanakan gelar budaya wayang kulit ini, dan hari ini bisa terwujud untuk pertama kalinya pagelaran wayang kulit dengan lakon Gatotkaca Jago sehingga budaya kita akan bisa kita sesuaikan dengan milenial para muda yang tidak suka panjang panjang,” kata Made.
“Makanya Gatutkaca Jago ini dalangnya cilik durasi juga akan pendek juga,tetapi makna filosofinya bisa sampai, sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan saya akan mengajak semua elemen budayawan untuk tampil di rumah kita baik di Hall atau ruang paripurna untuk bisa di pakai berkegiatan karena ini rumah kita bersama,” ungkapnya.
Tak lupa, Made juga memberikan apresiasi kepada Universitas Tribuana Tungga Dewi dan SMPN 4 kota Malang dalam upayanya melestarikan budaya khususnya wayang kulit.
Disisi lain, Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas sangat mengapresiasi tentang kegiatan budaya tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini, yang pertama gedung DPRD Kota Malang ini benar-benar menjadi rumah rakyat, rumah budaya nusantara , kegiatan-kegiatan rakyat di akomodir oleh pimpinan daerah, dan ini menurut saya belum pernah terjadi sebelumnya,” terang M Muhlas.
Pasalnya kegiatan positif seperti kesenian dan kebudayaan yang menjadi bagian masyarakat malang dan bagian Pemerintah Malang akan terus di support yang menjadi kekayaan nusantara, dan menjadi pesan bagi generasi muda khususnya generasi milenial.
“Bagaimanapun kebudayan merupakan sesuatu yang dinamis, artinya mereka tidak bisa kita larang untuk mengikuti kebudayaan terpengaruh oleh kebudayaan modern tapi itu tidak boleh meninggalkan kebudayaan sendiri, karena itu menjadi bagian aset kekayaan khasanah nusantara,” pungkasnya.
▪︎(Cha/AHM)

