Berita Utama

Alami Keterlambatan, Menteri Dody Evaluasi Proyek Sekolah Rakyat (SR)

▪︎ "Saya Sesalkan Kenapa Ini Mesti Ditutupin Gitu"

▪︎ JAKARTA – POSMONEWS.com,-
Akibat mengalami keterlambat terhadap pengerjaan proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR), Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengancam akan melakukan evaluasi total terhadap jajaran Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (DJPS) setelah menemukan rendahnya progres proyek SR di sejumlah wilayah.

Kekecewaan ini memuncak saat peninjauan di Nganjuk yang hanya mencapai 15 persen, berbanding terbalik dengan target Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan gedung sekolah siap digunakan pada awal Juli 2026.

Menteri Dody menyoroti adanya upaya dari pihak internal untuk menutupi kondisi riil di lapangan serta ketidaksinkronan administrasi kontrak yang mencantumkan tanggal penyelesaian pada 23 Juli 2026.

“Yang sekolah rakyat ini masih sangat-sangat jauh tertinggal. Hanya saya sesalkan kenapa ini mesti ditutupin gitu loh, ditutupin dari saya. Dan kemudian saya harus tahu dengan mata kepala sendiri dan penjelasan yang saya terima itu nggak bisa saya terima dengan akal sehat,” ungkap Menteri Dody.

Menteri PU menegaskan komitmennya untuk mengejar ketertinggalan demi memenuhi kuota pembangunan 100 sekolah setiap tahunnya sebagai bagian dari visi menuju generasi emas 2045.

“Kita dikasih kepercayaan untuk mewujudkan ini, harusnya kita bersemangat 45, kalau kita perlu mati di lapangan sana untuk bisa agar sekolah rakyat ini terbangun, on time, dengan progres yang bagus. apapun pahambatan awal yang kita akan harus tempuh. Saya akan kejar itu, insyaallah bisa lah,” ungkap Menteri Dody.

Program ini dinilai sebagai langkah strategis presiden untuk membantu masyarakat prasejahtera dan menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia.

“Ini kan untuk adik-adik kita, adik-adik kita yang prasejahtera, harapannya inilah generasi emas kita nanti. Paling nggak di tahun 2045,” tegas Menteri Dody.

Terkait temuan itu, Menteri Dody sempat membeberkan alasan kemarahannya saat meninjau lokasi di Nganjuk, Jawa Timur, beberapa waktu sebelumnya.

“Bicara Nganjuk dulu nih. Nganjuk kan memang sangat-sangat tertinggal ya. Masih berapa sih mungkin 15 persen lah. Nah, yang saya tidak suka dari tim saya itu adalah pada saat saya datang ngasih excuses gitu kenapa tertinggal. Bukannya ngasih saran bagaimana supaya ketertinggalan itu bisa dikejar. Enggak. Excuse,” papar Menteri Dody.

Sentara itu Menteri Dody menanggapi isu miring mengenai hubungan tidak sehat antara pengawas proyek dengan penyedia jasa yang diduga menghambat ketegasan pengawasan.

“Saya ini agak-agak agak bingung juga nih. Kenapa kemudian tim saya kok seolah-olah takut kepada penyedia jasa? Memang ada rumor di luaran nih. Penyedia jasa ngasih sesuatu nih kepada pada tim saya, tapi kan rumor, saya enggak bisa buktikan. Cuman fakta yang saya terima di lapangan seperti kemarin terjadi di nganjuk,” pungkas Menteri Dody.▪︎ (FEND)

Related Articles

Back to top button