Kiai Ghofur Wajibkan Santri & Alumni Drajat Pilih Yes – Dirham
▪︎Mengungkap King Maker di Pilkada Lamongan (1)
▪︎LAMONGAN – POSMONEWS.COM,-
Sejumlah figur atau tokoh tetap menjadi magnet yang membawa pengaruh dan dukungan menjelang kontestasi politik Pikada Serentak 2024.
Mereka inilah yang acap disebut sebagai King Maker, istilah dalam bahasa Inggris yang berarti sosok pembuat atau yang memunculkan raja (baca, pemimpin).
Sosok ini mempunyai pengaruh dan kontrol besar dalam sebuah komunitas di tengah masyarakat sehingga Paslon yang muncul itu berpeluang besar untuk memenangkan kontestasi demokrasi ini.
Seperti halnya di Pilkada-Pilbup Lamongan 2024, selain para petinggi partai politik, publik menyebut H. Masfuk, Suhandoyo, Tsalis Fahami, bahkan deretan kiai sepuh seperti KH. Abdul Ghofur, pemangku Ponpes Sunan Drajat, Paciran, Lamongan ini sebagai deretan king maker.
Versi para pengamat politik lain juga berpendapat bahwa “King Maker” pada kontestasi politik merupakan seorang tokoh politik yang memiliki kendaraan untuk maju dalam Pilkada 2024.
Sedangkan tokoh politik lain belum bisa dikatakan sebagai king maker karena tak punya tiket pasti. King Maker juga belum sempurna karena dia tidak punya tiket.
Hal ini sudah terlihat di gelaran Pilbup Lamongan 2024 yang diikuti dua paslon akan menjadi ajang perebutan kursi agung Lokatantra, antara pasangan calon, yaitu Abdul Ghofur- Firosya Salafi (Bagus), dan Yuhrohnur Efendi – Dirham Akbar Aksara (Yes-Dirham).
Berdasarkan data dan fakta dua paslon pesohor yang akan bersaing di pesta demokrasi-Pilbup Lamongan tahun 2024 ini masing-masing pasangan memiliki kelebihan dan kekurangan yang bisa mempengaruhi peluang mereka untuk menang.
Namun dari fakta dan data, sesuai makna King Maker in publik akan gampang menebak bagaimana peluang besar itu ada pada duet Yuhrohnur Efendi-Dirham Akbar Aksara (Yes-Dirham) yakni Paslon Nomor 2, dibanding Ghofur-Sosa (Bagus) yakni Paslon Nomor Urut 1. Mengapa?
Disampaikan oleh Ketua Tim Pemenangan Yes – Dirham, Raden Imam Mukhkisin menyatakan pada media di Lamongan bahwa, paslon yang diusungnya menargetkan kemenangan Yes-Dirham 70 Persen.
“Target tersebut sering kami sampaikan pada publik. Target tersebut logis dan riil, dimana Yes-Dirham dalam Pilkada 2024 didukung 15 partai pengusung dan pendukung, belum lagi dari puluhan relawan yang terus menyakan dukungannya, seperti saat ini, dan saya saya yakin akan ada komunitas lain diluar 27 yang deklarasi tadi, ” katanya pasca Rapat Akbar Relawan dan Komunitas Yes-Dirham yang dihadiri ribuan relawan di GOR Lamongan, Sabtu (28/9/2024).
Optimisme dari pesohor yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Lamongan ini bertalian dengan pernyataan dari salah satu tokoh kiai sepuh wilayah Pantura yang bisa disebut “King Maker” Yes- Dirham yakni Prof DR (HC) KH. Abdul Ghofur telah mewajibkan santri dan alumni Ponpes Sunan Drajat yang diampunya untuk memilih Yes-Dirham di Pilbup Lamongan 2024.
Bagaimanapun fatwa Romo Kyai Ghofur ini harus wajib dipatuhi oleh para santrinya. Seperti yang dituturkan oleh Prof DR (HC) KH. Abdul Ghofur pada insan media dalam bahasa Jawa.
“Kulo niki wong tuone Lamongan, kan ketuane NU sak Indonesia ya anak kulo, seng noto Lamongan iki sakjane kulo, sinten male lek mboten kulo. Soale nopo, kulo pun saestu, kulo seng wes tuo umur 75. (Saya ini orang tuanya Lamongan, kan ketuanya NU Se-Indonesia juga anak saya, yang menata Lamongan ini sebenarnya saya. Karena apa, saya sungguh-sungguh, saya yang sudah tua umur 75 tahun),” tuturnya.
“Nggeh kantun iki lho calon bupatine nggeh saget dipilih Pak Yes nikiloh nomer 2. Soale niki mpon semerap mpon pirang-pirang tahun jujur lan sae. Ayo ndang wong Lamongan, wes ndang pilih Pak Yes nomor 2. (Tinggal ini calon bupatinya bisa dipilih Pak Yes nomor 2. Karena ini sudah tau, sudah bertahun-tahun (memimpin) jujur dan baik. Ayo cepat orang Lamongan, sudah cepat pilih Pak Yes nomor 2),” lanjutnya.
Kiai Ghofur kembali menegaskan bahwa seluruh santrinya untuk memilih paslon Yes-Dirham di Pilbup Lamongan 27 November 2024 mendatang. Menurutnya, tradisi para santri adalah ‘manut’ apa yang dikatakan kiainya.
Meski begitu, dia tak menampik jika ada segelintir santri yang mungkin berbeda pilihan, tetapi mayoritas santrinya akan mengikutinya.
“Santri kulo wajibno, santri pilih Pak Yes. Santri iku nurut saking kiyaine. Lek ono seng belok siji loro iku wes biasa. (Santri saya wajibkan, santri memilih Pak Yes. Santri itu mengikuti dari kiainya. Kalau ada yang berbeda pilihan satu atau dua orang itu sudah biasa),” tukasnya. (Bersambung)
▪︎[DANAR SP]
