Pasca Jembatan Ngaglik 1 Ambles, Polres-Dishub Rekayasa Arus Lalulintas
▪︎LAMONGAN-POSMONEWS.COM,-
Jembatan Ngaglik yang berada di jalan poros Nasional ruas jurusan Lamongan – Babat tepatnya di sebelah barat RS Muhammadiyah dan lintasan Kereta api Lamongan, di bagian tengahnya patah sehingga ambles, Selasa (29/3/22).
Jembatan sepanjang 28 meter tersebut ambles pelan-pelan karena ada getaran kanan kiri jalur yang masih digunakan.
Peristiwa amblesnya jembatan Ngaglik 1 tersebut tidak sampai memakan korban baik kendaraan atau jiwa manusia. Namun akibat ambles dan patahnya jembatan itu, membuat lalu lintas dari dua arah Surabaya-Babat maupun sebaliknya macet cukup panjang.
Pasalnya kendaraan harus melintas bergantian di sisi selatan yang masih bisa dilalui kendaraan roda enam keatas, sedang ruas sisi utara bisa dilalui kendaraan roda 2 dan roda empat.
Sementara itu, petugas Kepolisian dari Satlantas Polres Lamongan telah berjaga-jaga di lokasi. Selain mengatur kendaraan yang Melintas, juga melarang warga yang mau melintasi jalan rel kereta api maupun meminta masyarakat untuk tidak mendekat.
Jurnalis posmonews. com yang berada di TKP sudah melihat kesibukan anggota Kepolisian Resort Lamongan dan Dinas Perhubungan mengawasi sekaligus mengatur arus kendaraan.
Kabar amblesnya jembatan ini langsung menyebar di media sosial. Selain menampilkan foto dan video, netizen juga mengimbau kepada pengguna jalan untuk berhati-hati.
Jembatan yang ambles dan patah ini sebenarnya jembatan lama sudah berumur 50 tahunan, namun pernah direhab tahun 1993, jadi sudah sekitar 29 tahunan. Namun Sedang yang disisi kanan kiri merupakan jembatan baru sebagai resiko, ruas jalan poros menjadi dua arah.
Tidak aneh kalo jembatan ini mengalami hal demikian lantaran selain usia jembatan, juga dipicu volume kendaraan semakin padat begitu pula tonase kendaraan diatas 70 ton.
Hal lain perlu diwaspadai adalah jembatan Kaliotik dan jembatan Deket kulon yang rawan ambles atau patah. Hal ini disebabkan karena dari arah barat seringkali kendaraan berat berhenti mendadak, karena distop petugas swasta yang menyeberangkan kendaran roda 2 atau roda 4.
Saat awak media ini menelisik dan bertemu dengan penjaga lintasan KA, Sugianto yang mengetahui kejadian tersebut sebelum jembatan ambles.
” Ya pak, saya tadi selesai diganti tugas melihat truk gandeng melintas dengan muatan penuh, setelah melaju melewati sisi barat tiba-tiba ada suara seperti ada bangunan roboh”, ujar Sugianto berapi-api.
Dia tak ingat truk itu warna apa atau plat nomernya pun tidak tahu. Masyarakat penggemar kopi di utara jalan maupun di selatan rel kereta api berhamburan setelah ada salah seorang yang berteriak, jembatan ambles.
Setelah Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana di TKP sebelah timur setelah menganalisis kejadian amblesnya jembatan ini segera memberi keterangan pada wartawan Lamongan, tentang rekayasa dan pengaturan arus lalin tas baik yang dari barat maupun dari timur Lamongan.
Masyarakat pengguna jalan poros Nasional, langsung diatur bergantian dari arah barat maupun timur, dengan penuh kehati-hatian dan penuh kesabaran.
Sampai tulisan ini dibuat, kemacetan melanda Jalan Lamongan kota, juga jalan menuju Sugio. Semoga kejadian ini bisa diambil banyak hikmah dan mewaspadai jembatan lama dan jalan yang bergelombang maupun jalan penuh lubang.
Dari pantauan posmonews. com arus lalulintas yang menuju Tuban, Bojonegoro, Tuban, Semarang dialihkan melalui jalan raya Lamongan-Sugio. Namun hingga di wilayah Desa Plembon, bisa belok kanan ke arah Sukodadi (Unisda). Sedangkan alternatif lain bisa terus lurus je arah Sugio -Kedungpring – Kalen hingga ke arah Babat, selanjutnya bisa ke arah Tuban atau Bojonegoro.
Informasi yang didapat media ini rencana Bupati Lamongan ajan meninjau Jembatan Ngaglik 1. Rencananya juga Gubernur Jatim dan Kapolda juga akan sidak ke lokasi karena urgensinya untuk memberi solusi kelancaran lalulintas di Jalur Nasional tersebut.
**(DANAR/ARIFIN)



