KEMEN PU MENAMBAH ANGGARAN PEMBANGUNAN BENDUNGAN BAGONG
▪︎ Penyelesaian Ditarget Rampung Awal Tahun 2029

▪︎ JATIM – POSMONEWS.com,-
Pemerintah Pusat melaui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menambah alokasi anggaran proyek pembangunan Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, sebesar Rp 600 miliar. Pembahan dana itu guna mempercepat penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN).
Dengan tambahan dana itu, total nilai proyek pembangunan Bendungan Bagong kini mencapai sekitar Rp 2,7 triliun, naik dari sebelumnya Rp 2,1 triliun. Pembangunan di Kabupaten Trenggalek dan terus dipantau Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU.
Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Bagong, Senna Ananggadipa Adhitama, mengatakan penambahan anggaran diperlukan untuk mendorong percepatan pembangunan yang telah dimulai sejak 2021 lalu itu.
Saat ini, progres pembangunan fisik Bendungan Bagong telah mencapai sekitar 60 persen. Pemerintah juga membuka kemungkinan percepatan penyelesaian dari target awal tahun 2029 apabila dukungan anggaran dan aspek teknis terpenuhi.
Senna menjelaskan, pekerjaan konstruksi kini difokuskan pada pembangunan struktur utama bendungan (main dam) serta pelimpah (spillway). Dari pagu anggaran awal, serapan dana telah mencapai sekitar 80 persen.
Menurut Senna, kendala utama proyek terjadi pada fase awal, terutama terkait pembebasan lahan yang sempat menghambat pelaksanaan sejak kontrak ditandatangani pada 2018 dan baru efektif berjalan pada periode 2021–2022.
Sedangkan proses pembebasan lahan tersisa sekitar 2 persen, terutama pada tanah kas desa dan lahan wakaf yang masih dalam tahap penyelesaian. Selain itu, keterbatasan anggaran pada periode sebelumnya juga sempat mempengaruhi progres pembangunan.
Secara teknis tidak terdapat hambatan berarti, termasuk terkait longsoran di beberapa titik yang tidak berdampak pada struktur utama bendungan. Bendungan Bagong dirancang memiliki kapasitas tampung sekitar 17 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 200 hektare.
Keberadaan Bendungan Bagong diharapkan dapat memperkuat ketahanan air serta mendukung sektor pertanian di wilayah Trenggalek dan sekitarnya. Dengan tambahan anggaran tersebut, Kementian PU menargetkan proyek dapat rampung lebih cepat dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.▪︎(FEND)


