Berita Utama

TEPIS ISU “TAK SEDAP” PROYEK JEMBATAN di KABUPATEN PROBOLINGGO

▪︎ PU Bina Marga Jatim Pastikan Proses Proyek Sesuai Ketentuan

▪︎ JATIM – POSMONEWS.com,-
Menanggapi polemik proyek pembangunan dua jembatan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Plt Sekretaris Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Agus Hari P,  menegaskan bahwa dua proyek tersebut merupakan paket terpisah yang dilelang secara mandiri, meski berujung pada pemenang yang sama, yakni CV Dwi Tunggal Sejati.

Seperti ramai diperbincangkan soal proyek penggantian sejumlah jembatan di ruas strategis Tongas – Lumbang – Sukapura (Link 35.062), Kabupaten Probolinggo, menuai sorotan tajam. Selain disebut tak muncul di LPSE, dua paket pekerjaan dengan total nilai lebih dari Rp 11 miliar itu juga dimenangkan  satu perusahaan yang sama.

“Paketnya berbeda, proses tendernya sendiri-sendiri. Pemenangnya kebetulan sama,” kata Agus Hari P.

Adapun rincian proyek dimaksud meliputi paket penggantian Jembatan Kulak dan Krajan III dengan nilai kontrak Rp 7,22 miliar, serta paket penggantian Jembatan Tongas, Kengkengan, Wringinanom VIII, dan Wringinanom XI senilai Rp 3,81 miliar. Keduanya dikontrak pada 12 Maret 2026 dengan masa pelaksanaan 210 hari kalender.

Sedangkan kabar “tak sedap” itu berkembang menyebut proyek tersebut tidak tayang di LPSE. Namun, Agus Hari P,  telah mengklarifikasi.

Lebih lanjut Agus Hari P,  menyatakan bahwa informasi pengadaan telah diumumkan melalui Rencana Umum Pengadaan (RUP) dan dapat diakses publik secara daring. Tak hanya membantah, pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada media dan LSM yang ikut mengawasi proyek tersebut.

Agus Hari P, juga mengungkap latar belakang proyek tersebut. Ruas Tongas–Lumbang–Sukapura merupakan jalan provinsi hasil peningkatan status dari jalan kabupaten, namun masih berstatus kelas III dengan keterbatasan kapasitas kendaraan.

Pemprov Jatim, lanjut Agus Hari P, tengah mendorong peningkatan kelas jalan menjadi kelas I dan II. Penggantian jembatan menjadi salah satu langkah kunci untuk mendukung peningkatan tersebut.

“Ini bagian dari peningkatan kapasitas jalan agar lebih layak dilalui kendaraan dengan spesifikasi lebih besar,” paparnya.

Namun, proyek ini juga berdampak pada arus lalu lintas. Untuk mengantisipasi, dipasang jembatan sementara (bailey) serta dilakukan rekayasa lalu lintas. PU Bina Marga mengklaim telah menggelar konsultasi publik pada 16 April 2026 dan berkoordinasi dengan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ).

Meski demikian, munculnya dua paket proyek bernilai jumbo yang dimenangkan satu perusahaan tetap menjadi perhatian publik. Transparansi proses pengadaan hingga pelaksanaan proyek kini menjadi tuntutan, seiring besarnya anggaran yang digelontorkan. Diberitakan sebelumnya, jembatan tersebut sempat ambrol akibat diterjang hujan deras dan banjir bandang beberapa waktu lalu.▪︎(FEND)

Related Articles

Back to top button