Berita

Ziarah HJL di Makam Mbah Gadung dan Boyopati, Tokoh Pesohor dalam Babat Lamongan

▪︎ LAMONGAN – POSMONEWS.COM,-
Dalam rangka menyambut peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457 tahun 2026, dan sebagai rangkaian yang mendalam menggali spirit HJL ini, Pemkab Lamongan melakukan Ziarah dan Tabur Bunga di makam tokoh leluhur Lamongan, Minggu, (22/5/2026) kemarin.

Kegiatan spiritual dan ritual berupa ziarah dan tabur bunga ini telah diagendakan serentak di 12 makam leluhur dan tokoh sejarah. Data yang  dihimpun media ini, tentang 12 titik lokasi makam yang berada di seantero Lamongan itu  adalah : makan Sunan Drajat (Drajat, Paciran), makam Sendang Dhuwur (Sendangduwur, Paciran), makam Mbah Gadung (Pendowolimo, Karangbinangun), makam Syekh Hisyammudin (Deket), makan Dewi Sekardadu/ Nyai Gondang (Gondang, Sugio), makam Mbah Alun (Balun, Turi), makam Jaka Tingkir (Pringgoboyo, Maduran) makam Mbah Kinameng (Kel.Sidokumpul), makam Syekh Maulana Iskhak (Kemantren, Paciran), makam Mbah Sedo Margi (Mantu), makam Mbah Abu (Kel. Sukomulyo), makam Mbah Boyopati (Medang, Glagah).

Dalam pantauan media ini dalam kegiatan ziarah dan tabur bunga di wilayah bengawan njero yakni Kecamatan Karangbinangun dan Glagah digelar di Makam Mbah Gadung dan Mbah Boyopati.

Makam Mbah Gadung dan Makam Boyopati yang juga dalam versi lain disebut dalam Kisah perjalanan Kanjeng Sunan Giri, Mbok Rondo Mbarang dan Ki Danurekso inilah sumber dari sejarah lisan atau Babat Lamongan bermula.

Ritual ziarah di Makam Mbah Gadung yang berada di Desa Pendowolimo, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan, dimulai sejak pukul 07.00 WIB tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri Kepala Bakesbangpol Kabupaten Lamongan Joni Indarto, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Irma, Camat Karangbinangun Arief Fahrudin, PJ Danramil Karangbinangun Aiptu Teguh, Korwil Pendidikan Mirna, para kepala desa, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Pendowolimo

Prosesi diawali dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur dan tokoh pendahulu yang telah berjasa dalam perjalanan sejarah Kabupaten Lamongan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan tabur bunga di area makam Mbah Gadung yang dilakukan secara bergantian oleh para peserta.

Adapun ritus ziarah makam Mbah Boyopati di Desa Medang ini dihadiri oleh Asisten 3 Bupati Lamongan, Etik Sulistyani, S.Sos., M.Si dan rombongan Forkopimda. Disambut oleh Camat Glagah Sutikno, Kapolsek dan Danramil Glagah, jajaran Forkopimca, para kepala desa serta tokoh masyarakat Glagah.

Data yang dihimpun media ini wilayah lain, misalnya di Kecamatan Mantup juga digelar ziarah makam Mbah Sedomargi. Dihadiri oleh Sekda Lamongan H. Moh. Nalikan yang mewakili Bupati Yuhrohnur Fendi, bersama Forkopimda dan Forkopimca Mantup. Mbah Sedomargi disebut salah satu santri Sunan Giri yang bersyiar agama Islam di wilayah Lamongan Selatan.

Pasca kegiatan ini Sekda menuturkan makna spiritual ziarah leluhur jelang HJL ke 457 sangat penting untuk menanamkan nilai penghormatan terhadap sejarah, perjuangan dan keteladanan tokoh leluhur, ulama, juga sekaligus memperkuat kebersamaan seluruh warga dan elemen masyarakat.

“Upacara serta tradisi ziarah dan tabur bunga di moment HJL ini merupakan bentuk penghormatan kepada para pendahulu sekaligus momentum untuk mempererat persatuan dan menjaga nilai budaya lokal di tengah masyarakat yang harus tetap dilestarikan sebagai spirit untuk membangun Lamongan,” pungkasnya.▪︎[DANAR SP]

Related Articles

Back to top button