MENTERI PU DODY LAPORKAN KESIAPAN INFRASTRUKTUR (SR)
▪︎JAKARTA – POSMONEWS.com,-
Presiden Prabowo Subianto berencana memulai pembangunan 200 Sekolah Rakyat (SR) di Indonesia. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan akan mendukung program itu 100 persen.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendukung penuh program Sekolah Rakyat (SR) dan secara intensif telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Sosial serta kementerian/lembaga terkait.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengatakan kementeriannya mendukung penuh program Sekolah Rakyat dan secara intensif telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Sosial serta kementerian/lembaga terkait untuk mempercepat pekerjaan konstruksi sesuai usulan lokasi Sekolah Rakyat Tahap 1 sebanyak 65 lokasi.
“Sekolah Rakyat Tahap 1 sebanyak 65 lokasi telah selesai disusun dokumen perencanaan teknisnya pada minggu ke-4 April 2025 dan ditargetkan mulai konstruksi pada minggu ke-3 Mei 2025,” kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangannya.
Dalam pelaksanaan nanti, Menteri PU, Dody Hanggodo, membeberkan bahwa penanganan Sekolah Rakyat Tahap 1 di 65 lokasi akan menggunakan metode Model 1 dengan lingkup kegiatan meliputi rehabilitasi/renovasi bangunan eksisting milik Kementerian Sosial, perguruan tinggi, pemerintah daerah, BUMN maupun swasta.
“Saat ini sudah ada Keputusan Menteri Pekerjaan Umum terkait penetapan 65 lokasi Sekolah Rakyat Tahap 1 dan sedang dalam proses penyiapan pengadaan penyedia jasa konstruksi dan penyedia jasa konsultansi,” kata Menteri Dody.
Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai upaya Pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem, khususnya mereka yang berada di Desil 1.
Dalam rapat terbatas (ratas) yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan turut dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta.
Presiden memberikan arahan agar penyelenggaraan Sekolah Rakyat dilakukan dengan perencanaan yang matang dan berbasis data.
Presiden Prabowo juga meminta agar proses rekrutmen siswa harus benar-benar dilakukan secara selektif dan tepat sasaran.
Selain pelaksanaan di 65 titik lokasi, pemerintah juga menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat di 200 titik tambahan yang sedang dalam proses survei oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Lokasi-lokasi ini diprioritaskan di wilayah yang memiliki tingkat kemiskinan tinggi dan kesiapan lahan.▪︎[FEND]


