Menteri PUPR: Bendungan Kuningan Tingkatkan Kawasan Wisata

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengungkapkan Bendungan Kuningan berpotensi meningkatkan kawasan wisata di wilayah Kuningan, Jawa Barat.
“Bendungan ini juga berpotensi untuk meningkatkan kawasan wisata di Kuningan karena juga tidak jauh dari pemukiman sehingga harus kita tata betul kawasannya,” kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.
Menteri PUPR mengatakan, dengan volume tampung total sebesar 25,9 juta meter kubik, pemanfaatannya dapat digunakan oleh dua provinsi. Maka dalam pembangunannya juga melibatkan kerja sama antara Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung dengan daerah hulu yaitu Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat dan daerah hilir Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah.
Kerja sama tersebut mencakup pembebasan lahan, penanganan aspek sosial dan lingkungan, serta penanganan cagar budaya dan cagar alam di sekitar bendungan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Jarot Widyoko, mengatakan pekerjaan pembangunan Bendungan Kuningan telah dimulai pada 2017 oleh PT. Wijaya Karya – PT. Brantas Abipraya KSO selaku kontraktor pelaksana, dan selesai pada akhir tahun 2020.
Selain menyelesaikan pembangunan Bendungan Kuningan, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Perumahan telah menyelesaikan pembangunan 444 unit rumah khusus bagi masyarakat terdampak relokasi yang sebelumnya bermukim di area genangan pembangunan Bendungan Kuningan di Jawa Barat. Hunian tipe 28 meter persegi pada areal seluas 9,3 hektar telah dilengkapi dengan prasarana jalan, air bersih, listrik, SD Negeri, masjid serta lansekap yang tertata.
Sebelumnya Presiden RI, Joko Widodo, didampingi Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Anggota Komisi V DPR RI Mulyadi dan Bupati Kuningan Acep Purnama meresmikan Bendungan Kuningan, Jawa Barat, Selasa (31/8).
Presiden Jokowi mengatakan bahwa jika suplai air untuk irigasi terus terjaga, maka petani bisa menambah frekuensi tanam dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali setahun. Bendungan Kuningan ini juga sangat bermanfaat bagi ketahanan air, menghindari banjir, menyediakan air baku 0,30 meter kubik/detik, serta menghasilkan listrik 0,5 MW. Jokowi mengatakan, bendungan yang telah dibangun selama tujuh tahun dengan biaya Rp 513 miliar tersebut telah siap digunakan.
“Alhamdulillah bendungan Kuningan di Provinsi Jawa Barat yang telah dibangun selama 7 tahun dengan biaya Rp 513 miliar hari ini selesai dan siap untuk difungsikan,” ujar Jokowi saat peresmian.
Menurut dia, Bendungan Kuningan yang memiliki kapasitas daya tampung sebesar 25,9 juta meter kubik tersebut akan berfungsi menyuplai air secara berkelanjutan bagi tiga ribu hektar sawah masyarakat yang ada di sekitar bendungan, mulai dari Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, hingga Kabupaten Brebes.
“Jika suplai air untuk irigasi ini terus terjaga, petani bisa menambah frekuensi tanamnya dari satu kali setahun menjadi dua atau tiga kali setahun, sehingga dapat meningkatkan produksi dan juga berdampak pada kesejahteraan petani kita,” tambah dia.
Selain itu, Bendungan Kuningan juga diharapkan akan memberikan manfaat lain bagi masyarakat sekitar. Seperti ketahanan air, pengendalian banjir, penyediaan air baku 0,30 meter kubik per detik, hingga menghasilkan listrik sebesar 0,5 megawatt.
Jokowi pun meminta agar bendungan tersebut disambungkan dengan penataan jaringan irigasi, sehingga Bendungan Kuningan dapat memberikan manfaat bagi penyediaan air irigasi untuk para petani.**(fend)

