Berita

Sapi 1,2 Ton Milik H. Suwignyo Dibeli Presiden Prabowo untuk Kurban Idul Adha

▪︎ Blusukan di Desa Peternak Sapi di Lamongan (2)

▪︎ LAMONGAN – POSMONEWS.COM,-
Dari kawasan Desa Wonokromo Kecamatan  Tikung itu perjalanan media ini menuju ke Desa Puter Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Di desa ini ternyata terdapat kandang ternak sapi yang cukup terkenal yakni milik H. Suwignyo.

Mendadak heboh dan viral karena dari usaha peternakan sapi bibitan unggul milik H. Suwignyo ini akhirnya terpilihnya hewan ternak kurban Presiden Prabowo di Idul Adha nanti.

Rencananya sapi raksasa seberat  1,2 Ton jenis Simental Crossing ini akan disumbangkan oleh Presiden Prabowo kepada warga Lamongan. Hewan kurban bantuan kemasyarakatan (Banmas) dari Presiden RI Prabowo Subianto akan disembelih di wilayah Mantup, Lamongan Selatan.

Dari pantauan media ini, sapi jumbo berbobot1,2 ton dengan postur tubuh besar, tinggi, dan gempal, sehingga menarik perhatian dalam proses seleksi.

Meski sebenarnya H, Suwignyo masih  mencoba untuk meningkatkan berat sapi ini setahun lagi. Dengan berat 1,2 ton, dipiara selama 2,5 tahun, namun melihat postur dan kekuatan kakinya H. Wignyo yakin akan mencapai bobot maksimal,

“Saya sendiri sih ingin tambah bobot Si Satria ini setahun lagi. Namun tim verifikasi yang menilai mulai dari kesehatan sampai berat badan, semuanya diperiksa oleh Dinas Peternakan, ” tuturnya,

Dalam perbincangan dengan media ini, pria yang sebelumnya berwirausaha percetakan ini pun mengisahkan tertarik beternak sapi mulai di tahun 2006.

Dengan segala pernik dan tantangannya, bisa sukses menyekolahkan dua putrinya di tingkat sarjana (kedokteran hewan dan pendidikan, red). Serta memberangkatkan haji dan umroh  seluruh keluarganya.

Dipercaya kredebilitasnya, sebagai peternak bibitan unggul di kandang H. Wignyo. Sempat juga terpilih dalam launching pengembangan sapi Belgian Blue (BB) di Kabupaten Lamongan yang diresmikan pada 2 Juni 2021 silam oleh Bupati Yes yang merupakan program dari Dinas Peternakan Kabupaten dan Propinsi.

Sebagai peternak indukan tentu sangat berbeda dengan penggemukan yang terbatas pada pakan, kesehatan termasuk kebersihan kandang sapi. Ternak bibitan lebih rumit karena selain hal tersebut juga bagaimana bisa menghasilkan anakan (bibitan) yang unggul bahkan mascot.

Misalnya, selain keberhasilannya beternak sapi ektrem seperti brahman, angus, limousin,
simmental sehingga dua kali ini dibeli Presiden Prabowo Subianto, kini ia lebih ektra mengembangkan jenis Belgian Blue agar berkembang di Lamongan.

“Agar sesuai harapan Bapak Bupati Yes, juga dinas. Di kandang saya kini mempunyai 70 ekor indukan, dan IB Belgian Blue ini 37 ekor. Jika lahir disebut F3, lalu harus berproses lagi, kita programkan menjadi F2. Dan untuk hasil F2 ini beberapa waktu lalu sudah berhasil dikembangkan, satu ekor F2 telah lahir,” tuturnya.

Kisah yang cukup menarik saat menekuni dunia peternakan, adalah saat badai PMK tahun 2022. Banyak peternak panik, merugi bahkan goyah. Saat itu H. Wignyo mempunyai hampir 100 ekor sapi. Sungguh, keajaiban di kandangnya, seluruh sapi-sapinya tak tersentuh virus PMK.

Hal itu yang mengherankan, yang dilakukannya selain prokes dan  medis dari dinas, ada ikhtiar yang membawa hasil. Yakni menaburkan salah satu jenis bubuk kopi di seluruh lingkungan kandangnya.

Masih banyak cerita H. Suwignyo dalam merawat sapi-sapinya dari tahun 2006 sampai sekarang. Menginspirasi banyak pihak yang ingin mengembangkan peternakan sapi. Untuk itu Ia berpesan dalam usaha beternak bukan hanya persolan materi (modal) besar saja agar berjalan konsisten, eksis dan sukses dalam usaha peternakan tersebut.

“Selebihnya juga persoalan spiritual, ikhtiar, kemantapan hati, jiwa penyayang pada hewan yang nyambung dengan pemeliharanya (tuannya, red). Juga hal terpenting, harus punya dasar kuat yakni rasa senang, hati nuraninya pada hewan ternaknya yang menurut ilmu dari embah-embah kita disebut sebagai berkahnya merawat rojokoyo, ” katanya.

Dari segala aktifitas usaha ternak bibitan unggulan yang telah sukses, H. Suwignyo mempersilahkan, terbuka untuk berdiskusi, sharing pengalamannya setiap saat. Misalnya studi, kunjungan, dan lain-lain di kandang ternaknya di Desa Puter, Kec. Kembangbahu, Kabupaten Lamongan. Hal itu sebagai upaya ikut berpartisipasi mengembangan dunia peternakan khususnya di Lamongan serta daerah lain. Dan tentu saja membantu suksesnya program pemerintah.▪︎[DANAR SP]

Related Articles

Back to top button