Berita Utama

Persoalan Pembebasan Lahan, Proyek Jalan Tol Bali Dipangkas

▪︎ Rencana Awal 96,84 Km Menjadi 42 kilometer

  1. ▪︎ BALI – POSMONEWS.com,-
    Proyek Jalan Tol Gilimanuk – Mengwi di Bali digadang-gadang akan menjadi jalan tol terpanjang di Pulau Dewata dipangkas panjangnya dari rencana awal 96,84 km menjadi hanya 42 km. Ruas tersebut disesuaikan menjadi rute Pekutatan-Mengwi, sementara sisa jarak sebelumnya dihapus dari proyek pembangunan.

Lantas apa yang menjadi alasan pemangkasan proyek Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi? Pemangkasan trase ini dilakukan pemerintah dengan beberapa pertimbangan utama:

1. Tantangan Pembebasan Lahan:

Adanya kendala dalam proses pengadaan lahan untuk keseluruhan rute yang sangat panjang.

2. Skala Prioritas Finansial:

Fokus anggaran dan investasi dialihkan pada ruas yang paling mendesak serta layak secara ekonomi untuk segera diselesaikan.

Dengan panjang baru yang hanya mencapai 42 km, ruas Pekutatan – Mengwi ini diharapkan mampu menjadi kunci penting dalam memperlancar konektivitas serta pengembangan wilayah Bali bagian barat dan utara.

Seperti diketahui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bakal memangkas panjang proyek Tol Gilimanuk-Mengwi di Bali. Ruas yang semula direncanakan membentang sekitar 96 kilometer (km) dari Gilimanuk hingga Mengwi akan dipangkas menjadi sekitar 42 km.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Ni Komang Rasminiati, mengatakan pemerintah telah meninjau kembali studi kelayakan proyek tersebut. Proyek tol terpanjang di Bali itu sebelumnya dilaporkan kurang dilirik investor.

“Karena yang awal itu lingkup proyeknya kan dari Gilimanuk sampai Mengwi kurang lebih 90 kilometer, nah ini nanti akan dilakukan re-scooping merubah targetnya mungkin arahnya nanti hanya dari Pekutatan sampai dengan Mengwi, Pekutatan Soka-Mengwi sekitar kurang lebih 42 km,” ujarnya dalam media briefing di Kementerian PU, Jakarta Selatan, kemarin.

Komang menjelaskan, perubahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kelayakan proyek. Sebab, pemangkasan panjang ruas tol berpotensi menurunkan kebutuhan investasi dan belanja modal atau capital expenditure (capex).

Komang mengatakan, pembaruan studi kelayakan atau feasibility study (FS) telah dilakukan pada 2025. Setelah seluruh dokumen penyiapan proyek rampung, pemerintah berharap proses pelelangan dapat segera dilaksanakan.

“Nah ini harapannya dengan ada re-scooping ini akan bisa meningkatkan kelayakannya karena kita melihat dari sisi capexnya sudah bisa lebih turun. Nah ini juga kami di tahun ini sedang melakukan penyiapan untuk mereview kembali AMDAL termasuk izin lingkung dan AMDAL lalin. Kalau FS, kemarin di tahun 2025 sudah dilakukan update dan reviewnya,” jelasnya.

Rencana awal Tol Gilimanuk – Mengwi memiliki panjang total 96,84 km dan dibangun dalam tiga tahap. Tahap I Gilimanuk – Pekutatan sepanjang 53,6 kilometer, tahap II Pekutatan-Soka sepanjang 24,3 kilometer, dan tahap III Soka-Mengwi sepanjang 18,9 kilometer.

Sementara itu, proyek tersebut kemungkinan akan dibagi menjadi dua, yakni sebagian jalan tol dan sebagian jalan nasional.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menjelaskan rencana awal proyek ini sepenuhnya akan menjadi tol.Namun, karena minat investor pada proyek Jalan Tol Gilimanuk – Mengwi tidak tinggi, kemudian diputuskan tidak sepenuhnya dibangun tol. Hal itu disampaikan Dody usai rapat kerja dengan Komisi V DPR RI.

“Seingat saya dipotong dua karena enggak banyak peminatnya. Jadi yang banyak peminatnya kita tetap tol. Yang sebagian kita jadikan jalan nasional kita lebarkan,” pungkas Menteri Dody.▪︎(FEND)

Related Articles

Back to top button