Hasil Sidang Pleno II TKPSDA WS Bengawan Solo: Apa Rekomendasi

▪︎ SOLO — POSMONEWS.com,-
Sekretariat Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Bengawan Solo menggelar Sidang Pleno II TKPSDA WS Bengawan Solo Tahun 2026. Acara digelar di Ruang Rapat Dinas Kesehatan Lantai 3 Kompleks Balai Kota Surakarta, kemarin.
Forum ini menjadi koordinasi para pemangku kepentingan dalam merumuskan berbagai rekomendasi strategis terkait pengelolaan sumber daya air di wilayah Sungai Bengawan Solo yang melintasi Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Dalam laporannya, Kepala Sekretariat TKPSDA WS Bengawan Solo, Aditya Sidik Waskito, menyampaikan berbagai kegiatan fasilitasi yang telah dilaksanakan Sekretariat TKPSDA sepanjang tahun 2026.
Aditya juga memaparkan rangkaian Masa Sidang II TKPSDA WS Bengawan Solo yang sebelumnya diawali dengan Sidang Komisi I, II, dan III pada Selasa (9/6/2026) lalu.
Sidang Pleno II dibuka dan dipimpin Ketua Tim Kerja Infrastruktur Sumber Daya Air dan Lingkungan Hidup Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur, Kuntarti Sri Rejeki, yang hadir mewakili Ketua TKPSDnA WS Bengawan Solo.
Dalam sidang tersebut, para peserta membahas sejumlah agenda penting, antara lain;
1. Kajian potensi arboretum di wilayah Sungai Bengawan Solo.
2. Penelaahan hasil pembahasan komisi.
3. Penyampaian berita acara sidang komisi.
4. Penyusunan rekomendasi untuk mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Melalui proses diskusi dan pembahasan melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, serta masyarakat, Sidang Pleno II TKPSDA WS Bengawan Solo berhasil menyepakati sejumlah rekomendasi strategis.
Berikut rekomendasi tersebut meliputi;
1. Kebijakan implementasi rehabilitasi hutan.
2. Penguatan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) dan daya dukung air.
3. Evaluasi program ketahanan pangan di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.
4. Sinkronisasi data irigasi spasial.
5. Pengendalian pencemaran di wilayah Sungai Bengawan Solo.
6. Strategi pengendalian banjir.
7. Penentuan titik nol Wilayah Sungai Bengawan Solo.
Dari rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi acuan bagi para pemangku kepentingan dalam memperkuat pengelolaan sumber daya air secara terpadu, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendukung ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Bengawan Solo.
Sekretariat TKPSDA WS Bengawan Solo akan menyampaikan seluruh rekomendasi hasil sidang kepada instansi terkait guna ditindaklanjuti sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Forum koordinasi ini, TKPSDA WS Bengawan Solo kembali menegaskan pentingnya sinergi lintas sektoral dan lintas wilayah dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan sumber daya air, mulai dari degradasi lingkungan, pencemaran sungai, hingga risiko banjir, memerlukan penanganan secara terintegrasi dan berkelanjutan.▪︎ (FEND)



