Peringatan Hari Otda dari Kota Pendidikan, Komitmen Terus Dihidupkan

▪︎ KOTA MALANG – POSMONEWS.com,-
Di momentum peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda), prestasi membanggakan ditorehkan oleh Kota Malang. Kota yang dikenal sebagai kota pendidikan ini kembali menegaskan komitmen dalam membangun sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menerima penghargaan kategori Excellent City in Advance Academic Achievement dalam ajang National Governance Awards: Sinergi Nusantara Untuk Indonesia Emas yang diselenggarakan oleh Metro TV di The Ritz-Carlton Jakarta pada Jumat (24/4/2026).
”Sesuai dengan Dasa Bakti Unggulan kami, yaitu Ngalam Pinter, meningkatkan derajat, kualitas pendidikan yang ada di Kota Malang. Penghargaan ini kami persembahkan untuk warga Kota Malang,” ujar Wahyu saat ditemui usai menerima penghargaan.
Lebih lanjut orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kota Malang tersebut menggarisbawahi adanya sejumlah program unggulan transformasi sosial di bidang pendidikan yang menjadi inovasi seperti beasiswa dan seragam gratis.
”Terkait pendidikan, kami memberikan stimulan bagi para siswa yang masuk sekolah. Salah satunya adalah seragam gratis. Ini kebutuhan masyarakat dan memberikan motivasi agar masyarakat tenang dalam belajar, tidak terbebani memikirkan seragam dan sarana prasarana. Dan itu kita wujudkan antara lain lewat program unggulan seragam gratis dan beasiswa,” terang Wahyu.
Tercatat sebanyak lebih dari 31 ribu paket seragam sekolah gratis telah diserahkan kepada siswa SD dan SMP di Kota Malang. Adapun 1.000 beasiswa pendidikan setiap tahunnya mendorong pemerataan akses dari jenjang SD hingga mahasiswa.
Sehingga turut mendorong Kota Malang menggapai Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Terbaik 2025 kategori Tuntas Madya dengan skor 87,90 beberapa waktu lalu.
Bagi Kota Malang, penghargaan National Governance Awards 2026 bukan sekadar simbol prestasi. Lebih dari itu, ini adalah cerminan dari proses pembenahan yang terus dilakukan secara berkesinambungan.
Di bawah kepemimpinan Wahyu Hidayat bersama Wakil Wali Kota Ali Muthohirin, arah pembangunan kota ditegaskan melalui lima program unggulan percepatan transformasi sosial ekonomi daerah yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kreatif, serta tata kelola kota untuk mewujudkan visi Menuju Malang Mbois dan Berkelas, dengan pelayanan publik yang lebih optimal.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dalam sambutannya menyebut bahwa iklim kompetitif, evaluasi, reward dan punishment perlu diciptakan dalam mendorong kinerja daerah.
”Kinerja dari semua daerah, menjadi sangat penting, dan saling mempengaruhi satu sama lain. Bahkan berkontribusi, agregat kinerja nasional,” jelas Menteri Tito.
Mendagri memandang ajang penghargaan ini sangat strategis dan menjadi bentuk apresiasi kepada para pemimpin daerah yang tidak hanya bekerja, tetapi juga mampu menginspirasi. Tidak sekadar menjalankan otonomi daerah, tetapi menghidupkannya melalui inovasi dan terobosan nyata bagi masyarakat. Lebih luas, kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi, transparansi, serta semangat membangun Indonesia dari daerah.
Mencermati arahan Mendagri, Wali Kota Wahyu pun mengajak seluruh jajarannya agar tak lekas berpuas diri.
“Penghargaan ini tidak seharusnya membuat kita berbangga dan berpuas diri. Justru ini menjadi pengingat agar kita terus berbenah, terus berinovasi, dan memastikan pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” tuturnya.
Bagi Kota Malang, perjalanan belum selesai. Penghargaan ini menjadi satu langkah dalam perjalanan panjang membangun generasi unggul. Terlebih dengan status terkini yang disandang Kota Malang sebagai Kota Kreatif Dunia bidang Media Arts dari UNESCO sangat menekankan kualitas talenta SDM-nya.
Dari kota pendidikan ini, harapan terus dirawat, bahwa masa depan Indonesia dapat tumbuh dari ruang-ruang kelas hingga lingkungan masyarakat, pendidikan hadir sebagai gerakan bersama, yang merata, dan berkualitas untuk semua.▪︎ (AHM/Kmf)