Berita

Pesan Nasionalisme Lomba Kuliner HUT 78 RI SMP PGRI 1 Buduran

▪︎SIDOARJO–POSMONEWS.COM,-
Pagi itu, Kamis, 17 Agustus 2023. Usai upacara bendera dalam rangka peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman SMP PGRI 1 Buduran, beberapa peserta didik bersiap memasuki ruangan lomba kuliner.

Peserta lomba dari kelas VII memasuki ruang kelas IX C, peserta lomba dari kelas VIII memasuki ruang kelas IX B, dan peserta lomba dari kelas IX memasuki ruang kelas IX C.

Upacara bendera peringatan HUT ke-78 RI tersebut dipimpin oleh Muhammad Fajarul Falah, peserta didik kelas VIII C. Dengan pembina upacara, Maria Ulfa, SE, MM, guru mata pelajaran IPS SMP PGRI 1 Buduran.

Dengan susunan acara: pengibaran bendera merah putih, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan teks Proklamasi, pembacaan teks Pancasila, mengheningkan cipta, pembacaan Pembukaan UUD Negera RI Tahun 1945, menyanyikan lagu wajib nasional, dan doa.

Usai upacara bendera, satu per satu peserta lomba memasuki ruang lomba masing-masing. Kelas VII mengikuti lomba menata dan menghias buah-buahan lokal.

Kelas VIII mengikuti lomba menata dan menghias jajanan dan minuman tradisional. Kelas IX mengikuti lomba menata dan menghias tumpeng nasi kuning dan lauknya.

Berbagai kreativitas peserta didik pun muncul saat lomba dilaksanakan. Lomba menata dan menghias kuliner yang mengusung tema “HUT ke-78 Kemerdekaan RI” ini merupakan tradisi tahunan SMP PGRI 1 Buduran. Masing-masing kelas mengirimkan perwakilan timnya, yang terdiri dari 2 orang peserta didik.

Kepala SMP PGRI 1 Buduran, Indrajayanti Ratnaningsih, S.Si, M.Pd mengatakan, lomba menata dan menghias buah-buahan lokal, jajanan dan minuman tradisional, serta nasi kuning ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme kepada peserta didik.

“Sebagai wujud cinta bangsa dan tanah air. Temanya HUT RI, buahnya buah lokal, jajanan dan minuman tradisional, nasi kuning melambangkan ‘nasionalisme’ dan masa keemasan, serta tumpeng melambangkan ‘ketuhanan’. Memuat juga nasionalisme berbalut kearifan lokal,” ujarnya.

Semua lomba tersebut juga membiasakan peserta didik untuk bekerja sama yang baik (bergotong royong). Sebagai inti sari dari pengamalan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Peserta didik dibiasakan untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai upaya P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Arahnya menjadi generasi muda yang Pancasialis.

Juri yang terdiri dari para ibu guru itu pun melakukan penilaian sesuai dengan indikator yang sudah ditetapkan. Dengan hasil sebagai berikut: lomba menata dan menghias buah-buahan lokal, Juara 1 Kelas VII C, dan Juara 2 Kelas VII E. Lomba menata dan menghias jajanan dan minuman tradisional, Juara 1 Kelas VIII A. Lomba menata dan menghias tumpeng nasi kuning, Juara 1 Kelas IX A, dan Juara 2 Kelas IX B.

Usai lomba, dilaksanakan tasyakuran bersama para pendidikan, tenaga kependidikan, dan perwakilan peserta didik. Di antaranya para pengurus OSIS SMP PGRI 1 Buduran. Setelah dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh guru PAI, Sutomo, S.Pd, dilakukan pemotongan tumpeng oleh Kepala SMP PGRI 1 Buduran, Indrajayanti Ratnaningsih, S.Si, M.Pd, diserahkan kepada Ketua OSIS SMP PGRI 1 Buduran, Muhammad Windu Susanto.
▪︎(Koesmoko, Humas SMP PGRI 1 Buduran)

Related Articles

Back to top button