Berita

Jalan Sunyi Bupati Yes Hidupkan Spirit HJL Ke-457

▪︎ Menziarahi 16 Makam Leluhur

▪︎ LAMONGAN – POSMONEWS.COM,-
Sebuah tradisi tahunan menjelang puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Lamongan, HJL ke-457, salah satunya adalah dengan berziarah di makam leluhur yang dipimpin langsung oleh Bupati Lamongan Yuhrohnur Efendi bersama Forkopimda.

Sebagai agenda utama, dari khasanah sejarah, budaya dan spiritual di peringatan Hari Jadi Lamongan ke 457 Tahun 2026 ini para petinggi Lamongan direncanakan akan melaksanakan ziarah para leluhur Lamongan di Makam leluhur utama yang berada di Kelurahan Tumenggungan, Lamongan kota.

Di kawasan ini selain bersemayam tokoh Mbah Lamong, juga sumare dua tokoh lainnya yakni Mbah Punuk dan Mbah Sabilan.

Sebagai rangkaian yang mendalam menggali spirit HJL ini, Bupati Lamongan, Yuhrohnur Efendi menyampaikan, kepada masyarakat agar dapat mengenang jasa para pendahulu dan tokoh leluhur Lamongan dengan melaksanakan ziarah makam leluhur.

Pak Yes mengingatkan bahwa Kabupaten Lamongan ada karena para leluhur kita, sehingga kita harus merawatnya dengan melaksanakan ziarah. Karena itulah, beliau berpesan, kehiatan ziarah ini bukan hanya seremonial semata, tetapi tetap dilakukan dalam hari-hari atau bulan-bulan, dan tidak harus menjelang mau hari jadi Lamongan saja.

“Kegiatan ziarah tersebut ini dapat dijadikan sebagai momentum untuk meneladani kembali jejak perjuangan yang telah dilakukan oleh para leluhur dalam mempersembahkan karya nyata bagi Kabupaten Lamongan, sehingga generasi penerus dapat mewarisi semangat perjuangan pantang menyerah, meneladani kepribadiannya. Juga mengimplementasikan dalam membangun Kabupaten Lamongan,” tukas Yes.

Adapun Budayawan dan Spiritualis Islam Lamongan, Ndaru Cemlorot Nur Satria (Gus Nur Cholis) mengatakan tradisi ziarah leluhur di momen HJL adalah refleksi generasi sekarang yang tetap memiliki jiwa spiritualitas, sehingga mampu meresapi nilai nilai luhur para pendahulu.

Makna (ziarah) leluhur ini selain sebagai seremonial, tetapi juga menjadi panutan masyarakat Lamongan, bagaimana mereka meresapi bahwa keberadaan kita di Lamongan karena mereka atau beliau-beliau itu. Tokoh leluhur ini sudah berada di Kabupaten Lamongan sebagai tokoh yang mbabat alas sehingga sangat pantas kalau kita melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan penghargaan bagi pejuang dan para leluhur kita terdahulu,” tutur pemangku Padepokan Nur Ilahi, Keset, Lamongan.

Data yang dihimpun media ini, kegiatan ziarah yang sama  juga dilaksanakan secara serentak di sejumlah makam leluhur Lamongan yang ada di beberapa wilayah antara lain 12 makam yang berada di seantero Lamongan. Makam para tokoh yang dianggap mewakili leluhur Lamongan ini adalah : makan Sunan Drajat (Drajat, Paciran), makam Sendang Dhuwur (Sendangduwur, Paciran), makam Mbah Gadung (Pendowolimo, Karangbinangun), makam Syekh Hisyammudin (Deket), makan Dewi Sekardadu/ Nyai Gondang (Gondang, Sugio), makam Mbah Alun (Balun, Turi), makam Jaka Tingkir (Pringgoboyo, Maduran), makam Mbah Kinameng (Kel.Sidokumpul), makam Syekh Maulana Iskhak (Kemantren, Paciran), makam Mbah Sedo Margi (Mantu), makam Mbah Abu (Kel. Sukomulyo), makam Mbah Boyopati (Medang, Glagah).

Sebelumnya juga dilakukan ziarah makam dan tabur bunga di makam Dewi Andongsari yang diyakini sebagai ibunda Mahapatih Gajahmada. Makam tersebut berada di Gunung Ratu kawasan Kec. Ngimbang.

Sebenarnya masih banyak tokoh-tokoh leluhur Lamongan. Keemambelas makam ini hanya mewakili keberadaan mereka. Jadi selain sebagai wujud rasa syukur atas peringatan Hari Jadi Ke-457 Kabupaten Lamongan, ziarah yang dilaksanakan adalah untuk mendoakan para leluhur khususnya  memiliki makna penting bagi kehidupan kita, salah satunya adalah untuk merefleksikan kembali perjalanan panjang yang telah ditempuh oleh para leluhur kita.

Mereka adalah sosok yang telah meletakkan dasar-dasar kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi yang kini kita nikmati. Semangat perjuangan mereka untuk membangun daerah ini menjadi lebih baik, adil, dan sejahtera patut kita teladani dan teruskan.

Peringatan hari jadi ini menjadi pengingat akan perjalanan panjang Lamongan sebagai daerah yang kaya akan sejarah, budaya, dan nilai religius yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Setelah prosesi ziarah biasanya, di hari berikutnya akan dilanjutkan dengan agenda puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Lamongan ke-457. Prosesi ini disebut Kirab Pataka dan Pasamuan Agung yang berlangsung dengan penuh makna dan kebersamaan.
Sebuah prosesi menuju area inti melalui jalur tradisional yang penuh makna filosofis dan kearifan lokal.▪︎[DANAR SP]

Related Articles

Back to top button