Wali Kota Malang: Capaian Positif Jadi Fondasi Perencanaan Pembangunan 2027

▪︎ KOTA MALANG – POSMONEWS.com,-
Kota Malang terus berkembang dari kota besar menuju Kota Metropolitan dengan segala dinamika dan tantangan khas perkotaan. Pertumbuhan jumlah penduduk, penguatan ekonomi daerah, serta peningkatan daya saing sumber daya manusia di tengah disrupsi teknologi menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan pembangunan. Sejumlah capaian kinerja di Kota Malang menunjukkan tren positif dan merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Hal inilah yang disampaikan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Malang Tahun 2027 di Hotel Grand Mercure Malang Mirama, Kota Malang, Senin (30/3/2026).
“Pertumbuhan ekonomi Kota Malang pada tahun 2025 mencapai 5,92 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur sebesar 5,33 persen dan nasional sebesar 5,11 persen,” jelas Wahyu.
Ia menambahkan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada tahun 2025 tercatat lebih dari Rp108 triliun, dengan PDRB per kapita mencapai lebih dari Rp122 juta. Struktur perekonomian masih didominasi sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 28,50 persen, diikuti sektor industri pengolahan sebesar 27,65 persen.
Dari sisi pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Malang tahun 2025 mencapai 85,55, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 84,68. Angka tersebut juga berada di atas capaian IPM Provinsi Jawa Timur sebesar 76,13 dan nasional sebesar 75,90.
Sementara itu, persentase penduduk miskin pada tahun 2025 tercatat sebesar 3,85 persen, menurun dibandingkan tahun 2024 sebesar 3,91 persen. Capaian ini lebih rendah dibandingkan tingkat kemiskinan di Provinsi Jawa Timur sebesar 9,50 persen dan nasional sebesar 8,47 persen.
Sedangkan untuk Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada tahun 2025, Wahyu menyebutkan sebesar 5,69 persen, turun dari tahun 2024 sebesar 6,1 persen, meskipun masih berada di atas rata-rata Jawa Timur sebesar 3,88 persen dan nasional sebesar 4,85 persen.
“Di sektor layanan publik, indeks kepuasan layanan infrastruktur pada tahun 2025 mencapai 4,62, meningkat dari 4,53 pada tahun sebelumnya. Indeks pembangunan masyarakat juga naik menjadi 87,79 dari sebelumnya 87,56. Selain itu, hasil evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) Kota Malang tahun 2025 memperoleh nilai 81,29 dengan predikat A, meningkat dari tahun 2024 sebesar 80,08,” bebernya.
Orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang itu pun menegaskan, capaian tersebut menjadi dasar untuk terus memperkuat perencanaan pembangunan ke depan agar lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. ▪︎(Say/AHM)