Berita

Terkenal Vintage dan Hidden Gems, Kedai Aksara Raya

▪︎ Pilihan Bukber Komunitas Muda-Gen Z  di Lamongan

▪︎ LAMONGAN – POSMONEWS.COM,-
Harus diakui bahwa di kalangan komunitas dan anak muda hingga Gen Z, kini ada fenomena dan tren yang menarik saat mengakhiri puasa Ramadan 2026 saban hari. Dari ngabuburit hingga bukbernya, mereka memilih satu tempat yakni kedai yang berkonsep vintage, retro, dan klasik yang menawarkan nuansa nostalgik, estetik, dan nyaman.

Menjadi tren anak muda karena tempat yang dengan segala  keunikannya, dan menu berselera, harga terjangkau, serta suasana yang instagramable untuk spot foto bersama teman. Hal itu menjadi recomended, ke mana mereka dan komunitasnya untuk berbuka bersama.

Di Lamongan kota, Kedai populer yang memiliki konsep jadul, bergaya klasik, nuansa vintage serta dianggap sebagai lokasi yang tepat untuk “back to the future” (kembali ke masa lalu) adalah Kedai Aksara Raya (AR).

Sudah terkenal sebagai tongkrongan komunitas anak muda hingga Gen Z, kedai Aksara Raya merupakan kedai dan resto lawas yang berdiri sejak 2019. Kedai AR laiknya wahana pelarian santai yang tenang (hidden gems) di tengah hiruk pikuk kota Lamongan. Ada keunikan visual, seperti spot jendela besar, dekorasi, atau furnitur klasik yang fotogenik, yang sering dicari pengunjung untuk kedai atau cafe & resto hopping.

Pada eranya, Kedai Aksara Raya lebih dikenal costumernya lewat platform digital, medsos, tiktok, IG, fb, youtube, media mainstream, dll.

Berada di jalan Basuki Rahmat, RT.1/RW.2, Bandung, Sukomulyo, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sangat mudah dijangkau karena lokasinya di tengah kota. Kedai AR menghadap ke selatan, depan Gedung DPRD Lamongan. Tempat legendaris dan nostalgia karena di  tempo dulu, tahun 80an merupakan lokasi Bioskop Garuda, satu-satunya gedung film di Lamongan.

Jikapun kini Kedai Aksara Raya menjadi tren setter anak muda itu diakui manager Kedai Aksara Raya, Ny. Isti mengatakan jika kedai AR memang sudah jadi jujugan tongkrongan muda mudi hingga gen Z di Lamongan.

“Sudah banyak sih costumer dulu-dulu. Juga komunitas muda yang sudah meramaikan. Ke depan kita ingin kedai AR lebih bisa menggaet costumer baru, dari berbagai strata” harapnya.

Pantaun media ini yang menunjukkan tren tersebut, ketika banyak kalangan muda-mudi bukber di Kedai AR, Selasa (10/3/2026). Sebut saja
Habib dan Safa bersama kelompoknya siswa SMA, merupakan costumer lama. Mengaku betah dan nyaman enak di suasana kedai yang klasik ini.

Di sudut lain, ada grub Emi dan Nova, yang prrtamakali singgah di kedai AR. Bersebelahan dengan Ridho cs, adalah alumni Smaga yang siap merayakan Bukber. Masih di ruangan atas ada Fina, siswa salah satu SMAN yang jauh-jauh dari Glagah, yang mengajak sahabat kentalnya bukber di kedai ini.

Lalu, ada juga komunitas lulusan pondok pesantren di Tikung, yakni Mega, Fera, Fida , Azizah dan Tiara. Para santriwati ini kini sudah masuk jenjang SLTA, mengaku baru pertama kali ke Kedai AR, sudah kerasan, kali lain mereka akan datang bersama komunitasnya yang lebih banyak.

Sedangkan di Hall utama (depan), ada kelompok ibu-ibu guru muda asal Sukoanyar, berbukber ria, merupakan costumer tetap sajak kuliah hingga sekarang. Para guru TK ini juga merecom kedai ini pada teman-teman seprofesinya, sehingga di setiap kesempatan mereka selalu mengunjungi kedai AR ini.

Rata-rata mereka mengaku tahu Kedai AR dari publikasi sosial media, IG, Tiktok, FB dan mediamasa. Ketertarikannya lebih banyak pada tampilan estetik, klasik, tradisionil, nyeni, bernuansa vintage dan hidden gems.

Karenanya recomended dari para costumer ini, terutama pengunjung baru, agar pengelola makin membumikan lokasi kedai AR. Selain publis tempat di platform digital, juga harus ujuk tampilan di spot terdepan (gapura AR) agar diupgrade lebih wow, dan kentara.▪︎ (DANAR SP)

Related Articles

Back to top button