Berita

H. Suprayitno “Kiai Korak Tobat” Gelar Silaturahmi Ramadhan, Santuni Janda dan Anak Yatim

▪︎ LAMONGAN – POSMONEWS.COM.  Momentum bulan suci Ramadan digunakan oleh sebagian tokoh, pejabat, pengusaha, atau seseorang yang berlebih untuk menebar kebaikan. Salah satu diantaranya yaitu berbagi kepada anak yatim, kaum duafa, para janda, lansia, dll.

Adalah H. Suprayitno seorang tokoh masyarakat di Desa Puter, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan  menghelat kegiatan Silaturahmi Ramadhan dengan memberikan santunan kepada anak-anak yatim dan janda tua yang berada di desa-desa sekitar, Kamis (5/3/2026).

Sempat dijuluki Kiai Korak Tobat, terdengar cukup aneh juga unik. Tetapi bagi H. Suprayitno itu adalah penamaan yang mengingatkan kehidupan masa lalunya. Di saat muda, akan menjalani fase yang disimbolkan sebagai Korak.

Siklus kehidupan labil ini pada titik perjalanan mencapai hikmah dan  pencerahan. Seperti kisah Raden Sahid pada fase korak atau brandal Lokajaya, yang akhirnya bermetamorfosa menjadi Sunan Kalijaga.

Pada puncak perjalanan hidup, seseorang mencapai kejayaan yang disebut fase Tetulung (menolong). Maka saat seseorang yang memiliki kemapanan seharusnya ia membagi dermanya pada  orang lain yang susah serta membutuhkan.

Karena itulah  H. Suprayitno secara rutin tiap tahun menyantuni anak yatim dan para janda tua. Dengan ditemani putra putrinya dan anggota keluarga memberikan santunan kepada anak-anak yatim, janda, dan lansia secara langsung. Satu persatu mereka maju bergantian menerima santunan berupa uang dan makanan.

Abah Yit mengaku kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang dilakukan dalam rangka melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim.

“Hari ini dalam rangka melaksanakan kewajiban sebagai umat muslim, kita membagikan santunan kepada yatim, Janda, Jompo dan lain-lain,” ungkap tokoh masyarakat Puter yang juga wartawan senior di Lamongan ini.

Dalam kegiatan tersebut, H.Suprayitno mengatakan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan bagian dari pada amal dan ibadah dirinya beserta keluarga. Tak hanya itu, ia menyebut berbagi juga merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan. Ibaratnya ada rezeki yang berlebih  maka harus berbagi pada seseorang untuk membantu kebutuhannya.

Salah satu penerima santunan, Ibu Sumi (57) menyampaikan terima kasihnya pada H. Suprayitno dan keluarga yang setiap tahun tepatnya bulan Ramadhan tetap menggelar acara Silaturahmi dan memberi santunan ini.

Ia juga mengatakan masyarakat sangat terbantu dengan adanya kegiatan berbagi di bulan Ramadan. Baik janda dan anak yatim, semua merasa senang karena selain adanya santunan tapi juga adanya rasa kepedulian dari Abah Yit, panggilan akrab H. Suprayitno.

“Untuk yatim piatu dan janda mereka sangat antusis dan senang. Selain karena adanya santunan juga ada rasa diperhatikan bahkan oleh Abah Yit sekeluarga. Mudah-mudahan ini menjadi berkah,” pungkas ibu yang mengaku buruh tani ini.▪︎[DANAR SP]

Related Articles

Back to top button