Berita

Lounching Gerlamsesaku: Cetak Generasi Milenial Literat

LAMONGAN-POSMONEWS.COM Sangatlah memperihatinkan jika Indonesia berada di rangking 2 dari buncit, berdasar hasil survey UNESCO tahun 2016 dalam bab minat bacanya. Posisi Indonesia berada di urutan ke 66 dari 67 negara.

Sedikit meningkat di tahun berikutnya, Indonesia kemudian menempati urutan 10 terbawah niat bacanya. Itu artinya bahwa dari Survey UNESCO ini di Indonesia dari 1000 orang, hanya satu orang yang suka membaca.

Kondisi ini yang mendasari Bupati Yuhronur ingin ikut berperan menaikkan ranking Indonesia dalam hal literasi di tingkat dunia.

Sebagai seorang doktor, Bupati Lamongan yang akrab disapa Pak YES ini tentu harus membuat gebrakan, bersinergi dengan para pesohor pendidikan, lembaga sekolah, subjek didik dan semua pihak yang konsen di dunia pendidikan untuk menumbuhkan minat baca generasi muda yang terancam gagap membaca karena sudah mendewakan handphone atau smart phone .

Dari data prosentase, dan hitungan matematik, minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen, yang artinya dari 1.000 orang hanya 1 yang rajin membaca. Fakta ini yang membuat Pemerintah Kabupaten Lamongan turut merasa mempunyai andil dalam membangkitkan minat baca masyarakat.

Bagai seorang pelari cepat, untuk mengejar ketertinggalan itu Bupati YES meluncurkan Gerlam Sesaku (Gerakan Lamongan Sehari Satu Buku), Rabu (31/3/2021) di SMP Negeri 1 Lamongan.

Lounching yang mengambil tema mencetak generasi milenial literat menuju Lamongan jaya, peluncuran Gerlam Sesaku ini diawali dengan melihat showcase literat dan mengunjungi stand bazaar UMKM peserta didik, kemudian launching aplikasi ditandai dengan penekanan tombol peresmian dan penandatanganan prasasti.

Pasca penekanan tombol launching, Pak YES pun mencoba berkomunikasi secara virtual bersama 120 lembaga sekolah. Di sesi ini Bupati mengajak guru dan siswa agar menggairahkan perpustakaan sekolah dengan memperbanyak buku di perpustakaan agar peserta didik betah membaca dan menjadi lebih baik.

Menurut Pak YES dengan adanya Gerlamsesaku ini harapannya adalah sebagai momentum menggairahkan minat baca anak-anak (generasi muda, red). Karena menurutnya, semakin banyak literasi yang dibaca maka akan semakin banyak pengetahuan yang akan didapat dan semakin meningkatkan kualitas generasi muda ke depannya.

“Jika program ini dijalankan dengan baik, saya optimis di tahun depan saja, maka rangking Indonesia, jika disurvei oleh UNESCO maka akan naik. Karena itulah Gerlamsesaku ini adalah sebuah gerakan yang Insya Allah bukan hanya dari Lamongan untuk Lamongan, tapi gerakan dari Lamongan untuk Indonesia,” kata YES yang disambut aplous para hadirin.

Sebelum sambutan Bupati Yuhrohnur Efendi, Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Adi Suwito yang juga memberi sambutan, mengungkapkan, lima prioritas 100 hari kerja pertama Bupati Lamongan, Yuhronur
Efendi satu diantaranya diterjemahkan Diknas yakni terkait pelayanan pendidikan gratis (Perintis) yang bermutu. Dan semua layanan sudah digital, di Lamongan tidak lagi kelas digital, tapi sekolah digital.

Sementara kegemaran membaca saat ini masih rendah dan perlu dibangkitkan untuk menumbuh kembangkan budaya literasi. Sebagai upaya meningkatka kapasitas warga sekolah agar literat.

” Makanya harus membaca. Dan mulai hari ini Lamongan bukan hanya untuk Lamongan, juga bukan hanya Jawa Timur tapi untuk Indonesia, ” kata pejabat yang di hari itu mengaku sebagai hari terakhir dalam bertugas.

Dengan Gerlamsesaku, masih menurut Adi Suwito, ada secercah harapan setiap anak di Lamongan dari tingkat sekolah dasar sampai tingkat menengah atas harus gemar membaca buku.

Sedangkan Kepala SMP Negeri 1 Lamongan, Khoirul Anam memastikan mendukung gerakan yang dilaunching Bupati Lamongan, Yuhrohnur Efendi itu sebagai budaya di kalangan generasi muda, khususnys pelajar, agar kebiasaan berliterasi menjadi gerakan yang harus ditumbuh kembangkan di seluruh penjuru negeri ini.

Hal yang menurut Anam, menaikan rangking Indonesia, dari ketertinggalan budaya membaca dan berliterasi dibanding negara lain.

“Indonesia tidak ingin ketinggalan dari negara lain. Karena literasi bagian integral dari kehidupan umat manusia,” tegasnya.
*DAMAR SP*

Related Articles

Back to top button