BBPJN Jatim-Bali: Proyek Pembangunan JLS Brumbun-Sine Rampung 100 Persen
▪︎ Saat Ini Memasuki Masa Pemeliharaan Pascakonstruksi

▪︎ JATIM – POSMONEWS.com,-
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali mengungkapkan bahwa proyek pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) ruas Brumbun – Sine sepanjang 60 kilometer di Kabupaten Tulungagung, rampung 100 persen.
“Secara fisik pembangunan sudah selesai 100 persen. Saat ini, kami memasuki masa pemeliharaan pascakonstruksi,” jelas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 BBPJN, I Made Budiana, kemarin.
Pekerjaan konstruksi ruas JLS Brumbun-Sine tersebut telah selesai pada akhir Mei 2026. Meski demikian, sejumlah alat berat masih disiagakan di beberapa titik untuk mendukung pekerjaan perbaikan minor dan penanganan kondisi jalan yang memerlukan pemeliharaan.
Meski ruas JLS Brumbun-Sine saat ini telah dibuka untuk umum. Namun, pengguna jalan diminta tetap berhati-hati karena aktivitas pemeliharaan masih berlangsung di sejumlah lokasi. Sehingga, dengan selesainya ruas tersebut, seluruh jaringan JLS yang melintasi wilayah Tulungagung kini telah tersambung secara penuh.
“Secara fisik pembangunan sudah selesai 100 persen. Saat ini, kami memasuki masa pemeliharaan pascakonstruksi,” tegas Made.
Meski demikian, sejumlah alat berat masih disiagakan di beberapa titik untuk mendukung pekerjaan perbaikan minor dan penanganan kondisi jalan yang memerlukan pemeliharaan.
Made menegaskan, ruas JLS Brumbun-Sine saat ini telah dibuka untuk umum. Namun, pengguna jalan diminta tetap berhati-hati karena aktivitas pemeliharaan masih berlangsung di sejumlah lokasi.
Dengan selesainya ruas tersebut, seluruh jaringan JLS yang melintasi wilayah Tulungagung kini telah tersambung secara penuh.
“Setelah ruas di Tulungagung selesai, fokus berikutnya adalah melanjutkan pembangunan JLS di wilayah Trenggalek agar terhubung secara menyeluruh,” paparnya.
Selain melakukan pemeliharaan rutin, BBPJN Jawa Timur-Bali juga mengusulkan penanganan khusus pada ruas JLS di sekitar Pantai Gemah menuju perbatasan Trenggalek.
Usulan itu muncul setelah ditemukan gejala infiltrasi air bawah tanah yang berpotensi memengaruhi kondisi perkerasan jalan.
Sedangkan kerusakan ringan berupa retak dan lubang pada beberapa titik ruas JLS di Tulungagung ditangani melalui metode penambalan (patching) untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
“Sambil menunggu dukungan pembiayaan, kami terus memantau perkembangan kondisi jalan dan melakukan perbaikan pada titik-titik yang mengalami kerusakan,” pungkas Made.▪︎(FEND)
#BBPJN-Jawa Timur-Bali

