Prof Suparto : Kemuliaan Tugas Wartawan sebagai Jibril Jaman Now
▪︎ Dari Puncak HPN 2026 dan HUT ke-80 PWI Lamongan

▪︎ LAMONGAN – POSMONEWS.COM,-
Profesi jurnalis memiliki nilai kemuliaan karena menjadi penghubung informasi bagi masyarakat. Karena peran strategisnya, ia menyebut wartawan sebagai Jibril Modern. Demikian disampaikan Prof. Dr. Suparto Wijoyo, SH, M.Hum, Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, pada acara puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamongan di Pendopo Lokatantra, Minggu (8/3/26).
Hal tersebut disampaikannya dalam tausiyah pada malam puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamongan di Pendopo Lokatantra, Minggu 8 Maret 2026.
Dalam tausiyahnya pada acara yang digelar PWI Lamongan itu, Prof Suparto menyampaikan, profesi jurnalis memiliki kedekatan dengan pesan dalam Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Alaq yang menekankan pentingnya membaca dan menulis sebagai bagian dari proses penyebaran pengetahuan.
Menurutnya, jurnalis berperan sebagai perantara yang mentransformasikan informasi dari berbagai sumber, termasuk kebijakan pemerintah, agar dapat dipahami masyarakat luas.
“Dari keputusan-keputusan yang lahir di lembaga seperti DPRD, harus ditransformasikan menjadi akses informasi bagi publik. Di sinilah peran jurnalis menjadi penghubung agar masyarakat dapat memahami berbagai kebijakan yang diambil,” ujarnya.
Suparto mengibaratkan peran wartawan sebagai “jibril modern” yang membawa pesan informasi kepada masyarakat. Melalui karya jurnalistik yang ditulis dan dibaca banyak orang, informasi tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus pencerahan publik.
Ia juga menekankan bahwa profesi jurnalis merupakan profesi yang dimuliakan karena berkaitan langsung dengan aktivitas menulis dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Dalam Al-Qur’an disebutkan alladzi ‘allama bil qalam (yang mengajarkan manusia dengan pena). Ini menunjukkan betapa pentingnya peran menulis dan menyampaikan pengetahuan. Profesi jurnalis termasuk di dalamnya,” katanya.
Guru besar asli Lamongan ini juga menyebut, setiap berita, tulisan, atau karya jurnalistik yang dibaca masyarakat, berpotensi menjadi amal yang terus mengalir bagi para jurnalis yang menuliskannya. “Selama informasi yang disampaikan memberikan manfaat dan kebaikan,” katanya.
Karena itu, ia mengajak insan pers yang tergabung dalam PWI untuk terus menjalankan profesinya dengan penuh tanggung jawab, terutama dalam menyampaikan informasi yang benar dan mencerahkan masyarakat.
“Tugas jurnalis adalah menyampaikan kabar kepada publik. Ketika berita yang ditulis dibaca dan memberi manfaat bagi banyak orang, maka pahalanya akan terus mengalir,” tuturnya.
Tausiyah tersebut menjadi bagian dari rangkaian malam puncak HPN 2026 PWI Lamongan yang juga diisi dengan refleksi peran pers dalam pembangunan daerah serta penguatan nilai-nilai profesionalisme insan pers.▪︎[DANAR SP]
