Wali Kota Malang Bagikan Strategi Pembangunan di Forum JFF 2026

▪︎ JAKARTA – POSMONEWS.COM,-
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat memaparkan strategi pembangunan Kota Malang sekaligus berbagai solusi atas tantangan perkotaan dalam sesi Urban Talks: Menavigasi Masa Depan Kota Bersama’ pada acara Jakarta Future Festival (JFF) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Wahyu menjelaskan bahwa pembangunan Kota Malang berpedoman pada visi ‘Menuju Malang Mbois dan Berkelas’, dimana Mbois Berkelas merupakan akronim dari mandiri, berbudaya, optimistis, indah, sejahtera, berkelanjutan, kolaboratif, efisien, lestari, adaptif, dan sinergis.
Menurutnya, visi tersebut diwujudkan melalui pembangunan kota yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Pemerintah Kota Malang juga menjalankan lima program unggulan, yakni seragam gratis bagi pelajar, beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa, penyelenggaraan 1.000 event, Program RT Berkelas, serta penanganan persoalan dasar perkotaan seperti kemacetan, banjir, dan parkir.
Orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang tersebut menyebut Kota Malang terus berkembang dari kota besar menuju kota metropolitan dengan berbagai dinamika perkotaan, seperti pertumbuhan jumlah penduduk, penguatan ekonomi daerah, serta peningkatan daya saing sumber daya manusia di tengah disrupsi teknologi.
“Kota Malang terus berkembang. Berbagai capaian pembangunan menunjukkan tren positif dan merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” bebernya.
Pada kesempatan ini Wahyu menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. Salah satu contohnya terlihat pada penataan kawasan Pasar Induk Gadang.
Melalui dialog dan pendekatan partisipatif, pemerintah bersama masyarakat mencapai kesepakatan untuk mendukung penataan Pasar Gadang demi kenyamanan bersama.
“Pembangunan yang berhasil berangkat dari kebutuhan masyarakat. Pemerintah harus hadir untuk mendengar, memahami, dan menerjemahkan aspirasi warga menjadi kebijakan yang tepat,” kata Wahyu.
Ia menyebutkan, penataan Pasar Gadang ini menjadi bukti bahwa persoalan perkotaan dapat diselesaikan melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Selain itu, Wahyu memaparkan berbagai potensi Kota Malang, termasuk keberhasilan Kota Malang bergabung dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN) pada 2025 dengan predikat Kota Kreatif Dunia kategori Media Arts. Pengakuan tersebut menegaskan posisi Malang sebagai kota dengan ekosistem kreatif yang dinamis dan berkelanjutan.
Wahyu juga menyinggung pengembangan Malang Creative Center (MCC) sebagai pusat 17 subsektor ekonomi kreatif, serta berbagai program penguatan kota seperti revitalisasi Alun-Alun Kota Malang, pengembangan kawasan heritage Kayutangan, dan penguatan status Malang sebagai kota pendidikan.
Lebih lanjut Wahyu mengapresiasi penyelenggaraan Jakarta Future Festival yang dinilainya menjadi ruang berbagi pengalaman antarkepala daerah dalam menghadapi persoalan perkotaan.
“Forum ini menjadi ruang yang baik untuk saling belajar dan bertukar pengalaman dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kota. Kuncinya adalah kolaborasi,” tuturnya.
Ia berharap sinergi antarpemerintah daerah dapat terus diperkuat melalui kerja sama dan pertukaran praktik terbaik pembangunan kota.
“Tanpa kolaborasi, kita tidak dapat membangun kota yang baik. Pengalaman Jakarta dapat menjadi pembelajaran bagi Kota Malang, begitu juga sebaliknya,” pungkas Wahyu.▪︎ (AHM/Dif/Yul)
