BBPJN Jatim-Bali Percepat Proyek Jembatan Kaliombo 1
▪︎ Peningkatan Kualitas Struktur Jembatan Dinilai Sangat Penting

▪︎ KEDIRI – POSMONEWS.com,-
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali, dan Pengawas Lapangan PPK 2.1 Provinsi Jawa, memberikan informasi proyek pembangunan Jembatan Kaliombo 1 di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Kediri, bakal dipercepat dari perkiraan.
Pengawas Lapangan PPK 2.1 Provinsi Jawa Timur, Oski Ardianto, mengungkapkan proyek yang semula dijadwalkan tujuh bulan kini bisa selesai empat sampai lima bulan, bahkan berpotensi lebih cepat bila semua berjalan lancar.
“Kami optimistis percepatan bisa terwujud, namun kualitas tetap menjadi prioritas. Beton tetap harus sesuai standar konstruksi,” jelas Oski, kemarin.
Salah satu strategi percepatan adalah mempercepat proses perkerasan beton dan potensi pengerjaan 24 jam nonstop, meski masih menunggu lampu hijau dari pimpinan.
“Koordinasi teknis dengan tim ahli di Surabaya sedang berlangsung. Semua demi mempercepat selesainya jembatan ini,” imbuhnya.
Meski kabar percepatan menggembirakan, warga terdampak proyek justru mengeluh. Ketua LMPK Kaliombo, Tri Widodo, menyayangkan minimnya keterlibatan tenaga kerja lokal dan belum terealisasinya kompensasi.
Dari total pekerja proyek, hanya lima warga setempat yang dilibatkan. Rinciannya, tiga orang bekerja di proyek menerima Rp 100 ribu/hari, sedangkan dua relawan pengatur lalu lintas dibayar Rp 500 ribu/bulan.
“Kami sudah mengusulkan kompensasi untuk warga terdampak, tapi sepertinya belum terealisasi,” ungkap Tri Widodo.
Seperti diketahui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Jawa Timur, mulai melakukan pekerjaan penggantian Jembatan Kaliombo I di ruas Jalan Nasional Kota Kediri.
Pekerjaan tersebut dikerjakan oleh PPK 2.1 Provinsi Jawa Timur pada ruas Kertosono – Kediri – Tulungagung – Jarakan (Trenggalek) sebagai bagian dari program preservasi infrastruktur jalan nasional untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi di wilayah selatan Jawa Timur.
Dalam pelaksanaannya, Jembatan Kaliombo I dengan panjang sekitar 8 meter akan ditutup total selama proses konstruksi berlangsung. Penutupan diberlakukan mulai 9 Juni 2026 hingga Desember 2026 guna mendukung kelancaran pekerjaan sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan dan pekerja proyek.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Jawa Timur, Andhika Tommy Ardiansyah, ST, M.Eng.Sc., mengatakan penggantian jembatan dilakukan sebagai langkah peningkatan keandalan serta keamanan jalur nasional yang menjadi akses penting mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
“Pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan jalan nasional agar tetap aman, nyaman, dan mampu mendukung mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik. Selama pekerjaan berlangsung, kami mengimbau masyarakat agar mematuhi pengaturan lalu lintas yang telah disiapkan di lapangan,” ujarnya.
Selama tahapan pekerjaan berlangsung, rekayasa dan manajemen lalu lintas akan diterapkan di sekitar lokasi proyek guna mengurangi dampak kepadatan kendaraan. Pengguna jalan dari arah Kertosono menuju Kediri maupun sebaliknya diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi area pekerjaan.
PPK 2.1 Provinsi Jawa Timur ruas Kertosono – Kediri – Tulungagung – Jarakan (Trenggalek), Mahatma Manurung, SE, ST., menyampaikan bahwa koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan agar pengaturan arus lalu lintas dapat berjalan optimal dan aktivitas masyarakat tetap terlayani.
“Kami meminta pengguna jalan untuk memperhatikan rambu-rambu sementara, mengurangi kecepatan kendaraan saat mendekati lokasi proyek, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” kata Mahatma Manurung.
Pekerjaan penggantian Jembatan Kaliombo I diperkirakan meliputi pembongkaran konstruksi lama, pembangunan pondasi dan struktur penyangga, pemasangan struktur baru, hingga penyelesaian jalan pendekat jembatan.
BBPJN Jawa Timur–Bali menilai Jembatan Kaliombo I memiliki fungsi strategis sebagai jalur penghubung mobilitas masyarakat Kota Kediri dan distribusi antarwilayah. Karena itu, peningkatan kualitas struktur jembatan dinilai penting untuk menjaga kelancaran transportasi dalam jangka panjang.
Selama pekerjaan berlangsung, potensi perlambatan lalu lintas diperkirakan terjadi terutama pada jam sibuk dan akhir pekan. Pihak pelaksana menyatakan akan terus melakukan evaluasi kondisi arus kendaraan dan berkoordinasi dengan aparat kepolisian maupun instansi terkait apabila diperlukan penyesuaian rekayasa lalu lintas di lapangan.▪︎(FEND)


