Tragedi Pembunuhan Mutilasi, Berikut Kronologi dan Motifnya
▪︎JOMBANG – POSMONEWS.com,-
Polisi akhirnya mengungkap pelaku pembunuhan dan mutilasi yang jasad korbannya ditemukan dalam kondisi kepala dan badan terpisah di Megaluh Jombang.
Pelaku perbuatan keji itu, adalah EF, 39, warga Dusun Plosowedi, Desa Plosogeneng, Kecamatan/Kabupaten Jombang.
Sementara korban, adalah Ahmad Soleh, 37, warga Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek, Jombang.
“Untuk pelaku benar memang kami tangkap di rumahnya pada Rabu (19/2/2025) sekitar pukul 07.30,” terang AKP Margono Suhendra,” Kasatreskrim Polres Jombang, dikutip dari RadarJombang.id.
Polisi juga memastikan, dalam kasus pembunuhan dan mutilasi itu pelakunya adalah pelaku tunggal di mana korban dan pelaku juga memang saling kenal.
“Mereka saling kenal dan teman lama, sama-sama sebelumnya bekerja di pabrik kayu,” lontarnya.
Pembunuhan itu, disebut Margono bermula dari pertemuan keduanya pada Sabtu (8/2) atau 4 hari sebelum jasad korban ditemukan.
Malam itu, keduanya bertemu untuk ngobrol sambil minum-minuman keras.
“Mereka cuma berdua, dan lokasinya memang di lokasi penemuan mayat tersebut,” lontarnya.
Keduanya, malam itu mabuk-mabukan dan menghabiskan cukup banyak minuman hingga keduanya mulai dikuasai alkohol.
Namun, karena pengaruh miras itu pula, keduanya kemudian tiba-tiba saja terlibat cekcok.
“Saat cekcok itulah, pelaku merasa korban ini melontarkan kata yang menyakitkan hingga membuat dia gelap mata,” lontarnya.
Sebelumnya, mayat seorang pria tanpa kepala ditemukan di saluran irigasi sawah Desa Dukuharum, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Rabu (12/2/2025).
Beberapa jam kemudian, kepala korban ditemukan di sekitar Kali Konto, Dusun Kedung Lempuk, Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.
Hasil autopsi yang dilakukan di RSUD Jombang menunjukkan bahwa luka-luka di leher korban menunjukkan tanda-tanda pembunuhan yang dilakukan dengan senjata tajam secara berulang-ulang.
Selain itu, ditemukan juga pendarahan di bagian kepala yang diduga menyebabkan korban kehilangan kesadaran sebelum meninggal dunia. Polisi mencurigai bahwa pemenggalan kepala tersebut bertujuan untuk menghilangkan jejak pelaku.▪︎[AHM/Radj]
