Progres Pembebasan Tanah Jalan Tol Kediri-Tulungagung

138 dibaca

▪︎JATIM – POSMONEWS.com,-
Upaya menyiapkan tanah yang akan digunakan sebagai pembangunan mega proyek Jalan Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) harus melakukan percepatan. Hal itu diungkapkan Tim Pengadaan Tanah Jalan Tol Kediri – Tulungagung.

Meski menempuh jalan yang tidak sepenuhnya mulus, proyek Jalan Tol Kediri-Tulungagung terus berusaha mengurai segala permasalahan yang masih membelit.

Seperti di wilayah yang masuk jalan tol akses Bandara  Dhoho yang hingga kini masih menunggu proses pembebasan lahan.

“Pembebasan untuk akses bandara sudah di atas 72 persen. Ada satu area hijau, maksudnya sudah bebas semua. Itu di Mejenan (Kelurahan Mojoroto, Red),” jelas Ketua Tim Pengadaan Tanah (TPT) Jalan Tol Ki-Agung, Linanda Krisni Susanti.

Dilansir dari Radar Kediri JawaPos Grup beberapa waktu lalu,  Lingkungan Mejenan, Kelurahan Mojoroto merupakan salah satu wilayah terdampak prioritas yang berada di ruas Kota Kediri.

Sebab, kawasan tersebut menunjang pembangunan jembatan yang menghubungkan Kelurahan Mojoroto dengan Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota.

Di lain sisi, prioritas di ruas Kabupaten Kediri salah satunya adalah di Desa Tiron, Kecamatan Banyakan. Alasannya, area itu menjadi awal pembangunan jalan tol yang terhubung dengan Bandara Dhoho.

Menurutnya penanganan untuk pembebasan lahan di dua wilayah itu tergolong khusus. Karena termasuk kategori tanah berkarakteristik khusus. Artinya, tanah tidak bisa diganti dalam bentuk uang.

“Penggantinya adalah relokasi. Jadi tanah pengganti dan atau bangunan pengganti. Prosedurnya kalau wakaf diatur dalam keputusan Menteri agama. Kalau TKD diatur di Permendagri 1 Tahun 2016,” paparnya.

Sementara itu, beriringan dengan pengadaan tanah tahap I, TPT dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kediri juga masih terus memproses pengadaan tanah untuk penetapan lokasi (penlok) tahap II.

Percepatan itu dilakukan terutama yang masuk dalam penetapan lokasi (penlok) II atau tambahan tahap II yang akan diprioritaskan untuk konstruksi akses menuju Bandara Dhoho Kediri.

Penlok pada tahap II sendiri mencakup tambahan kebutuhan lahan di luar tahap I. Di mana tim pengadaan tanah (TPT) Tol Kediri-Tulungagung harus mempercepat progres penlok tahap II agar bisa memulai konstruksi.

Terkait hal itu, Ketua TPT Jalan Tol Kediri-Tulungagung, Linanda Krisni Susanti mengatakan bahwa hanya ada beberapa wilayah di penlok II yang diprioritaskan untuk segera dilakukan pembebasan.

“Tidak semuanya tahap II untuk konstruksi. Sebagian besar lagi untuk memenuhi kriteria ketentuan mengenai clear zone. Kalau yang clear zone kan nggak ada konstruksi. Jadi mungkin belum urgent,” kata Nanda, sapaan akrabnya.

Oleh sebab itu, prioritas percepatan akan ditujukan untuk bidang-bidang yang dibutuhkan untuk konstruksi, yakni yang menjadi satu kesatuan dengan bidang di tahap I.

Dia mencontohkan yakni pengadaan tanah untuk penlok tahap II di Desa Tiron akan dikebut. Di mana pelaksanaannya saat ini sudah memasuki tahap pendataan yuridis oleh Satgas B.

“Sebagian besar sudah dikosongkan. Mungkin tersisa satu atau dua bidang saja yang masih proses pembongkaran,” ujar Nanda.

Di mana presentase tersebut mencakup ruas di Kota dan Kabupaten Kediri. Dengan rincian, 95,18 persen lahan akses bandara di Kabupaten Kediri sudah dibebaskan, sedangkan pengadaan lahan akses bandara baru 53,41 persen di Kota Kediri.

“Saya juga ngejar supaya Kota Kediri bisa segera sosialisasi untuk penlok tahap II,” ujarnya.

Sedangkan pemasangan patok right of way (RoW), yakni dari wilayah utara menuju selatan atau wilayah Kabupaten Tulungagung juga masih dilanjutkan.

Saat ini, tim pengadaan tanah masih melanjutkan prosesnya di Kabupaten Kediri, di Desa Ngadi dan Ngetrep di Kecamatan Mojo. Proses tersebut terus dilanjutkan hingga di ruas Kabupaten Tulungagung.▪︎[FEND]