Kementerian PUPR: Proyek Tol Puncak Dibangun Tahun 2026

126 dibaca

▪︎JAKARTA – POSMONEWS.COM,-
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengisyaratkan proyek pembangunan Tol Puncak bakal dibangun tahun 2026.

Pemerintah mengusulkan salah satu cara untuk mengatasi kemacetan menuju kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat adalah pembangunan tol. Saat ini proses kajian dalam pembangunan masih terus berlangsung, namun bocorannya tol ini akan memulai konstruksi sekitar dua tahun lagi.

“Berdasarkan pembahasan terakhir target konstruksi pada tahun 2026, namun kepastian target konstruksi masih dalam proses kajian,” ungkap Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR, Reni Ahiantini, kepada wartawan.

Meski demikian, waktu konstruksi tersebut masih dalam proses kajian atau feasibility studies (FS), sementara waktu pasti pengerjaannya tengah terus digodok. Namun, setidaknya upaya untuk mengatasi kemacetan masih terus berjalan.

“Jalan Tol Puncak atau Jalan Tol Caringin – Cisarua saat ini masih dalam proses penyusunan dokumen FS, proyek jalan tol ini adalah proyek unsolicited atau prakarsa badan usaha,” ucap Reni.

Sementara itu Juru Bicara Menteri PUPR, Endra S. Atmawidjaja, menyebut feasibility study (FS) untuk pembangunan ruas tol tersebut belum rampung. Ia memperkirakan kajian tersebut juga tak akan selesai di tahun ini.

“Kan ada jalan-jalan alternatif sekarang. Ada yang Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), kemudian kemarin ada instruksi presiden (inpres) jalan daerah yang lewat Mengker. Artinya, bukan sekarang (pembangunan Tol Puncak), bukan 2024,” tuturnya di Kementerian PUPR.

Endra mengatakan kajian pembangunan tol tersebut mencakup setidaknya tiga hal, yakni pertimbangan teknis, ekonomi, dan lingkungan. Jika ketiganya memenuhi persyaratan, baru dianggap layak oleh Kementerian PUPR.

“Kita tahu Puncak itu sebagian kawasan lindung, itu apakah nanti ada perubahan trase, nanti trase terbaik. Kalau trase terbaik menghindari kawasan lindung itu bisa masuk ke kawasan permukiman,” tuturnya.

“Di permukiman di Puncak itu kan harganya luar biasa. Mungkin dari sisi lingkungan masuk, tapi ekonominya jadi tinggi sekali karena pembebasan tanah. Kan kita harus cari keseimbangan dari tiga faktor itu,” sambung Endra.

Endra tak bisa menegaskan apakah konstruksi Tol Puncak baru akan dibangun pada 2026 mendatang. Ia hanya menekankan rencana pembangunan tersebut belum masuk dalam daftar prioritas rezim Jokowi, yakni proyek strategis nasional (PSN).

Jubir Menteri Basuki Hadimuljono itu mengatakan pemerintah baru setelah Presiden Jokowi yang akan memutuskan nasib Tol Puncak tersebut.

Pada Mei 2023 lalu, Kementerian PUPR sempat melirik opsi membangun Tol Puncak demi memberantas kemacetan di kawasan Bogor, Jawa Barat itu. Jalan bebas hambatan sepanjang 52 kilometer itu diperkirakan akan menghabiskan Rp 25 triliun.

Pemerintah sudah berupaya untuk mengatasi kemacetan jalan raya Puncak seperti pelebaran jalan. Tapi pertumbuhan kendaraan terus meningkat hingga tetap terjadi kemacetan. Pembangunan jalan tol pun dianggap menjadi solusi.

Tol ini diperkirakan menghabiskan biaya pembangunan mencapai Rp 25 triliun. Proyek Jalan Tol Puncak ini terdiri dari 5 seksi;

– seksi I sepanjang 11,6 km
– seksi II sepanjang 6,9 km
– seksi III sepanjang 9,7 km
– seksi IV sepanjang 7,3 km
– seksi V sepanjang 16,3 km

Rencananya, panjang tol ini akan mencapai 51,8 km, menghubungkan dari Caringin hingga Megamendung Cisarua, lalu berlanjut hingga Cianjur. Nantinya tol ini juga akan tersambung dengan tol Bogor – Ciawi – Sukabumi (Bocimi).
▪︎[FEND]